Perubahan Besar Baru Terjadi Setelah 2020

Perubahan Besar Baru Terjadi Setelah 2020

  Minggu, 18 September 2016 10:25

Berita Terkait

Isu besar yang menjadi pembicaraan ramai di tengah perhelatan GP Singapura adalah hadirnya Liberty Media sebagai promotor baru F1. Raksasa media asal Amerika Serikat tersebut mengambil sebagian besar yang sebelumnya dimiliki konsorsium pimpinan CVC Capital Partners. Jumlahnya menembus USD 4,4 miliar (Rp 57,9 triliun). Perubahan kepemilikan itu diprediksi akan mengubah wajah F1 ke depan.

Meski pemilik berganti, supremo F1 Bernie Ecclestone akan tetap bertahan di posisinya hingga tiga tahun mendatang. Alasan ini pula yang menjadikan tim-tim peserta merasa tenang setidaknya dalam jangka waktu pendek. 

Dan dalam jumpa pers team principal F1 Jumat malam di Marina Bay Street Circuit Singapura, muncul optimisme terkait perkembangan F1 pada tahun-tahun mendatang.

''Aku rasa mereka (Liberty) adalah bagian dari kelompok yang sangat serius (pada kemajuan F1). Aku tidak percaya jika perusahaan seperti Liberty akan terjun ke suatu bisnis tanpa memikirkan dulu rencana jangka panjang,’’ ucap Bos Red Bull Racing Christian Horner. 

Dengan hadirnya investor baru dari Amerika Serikat itu, Horner berharap pasar F1 akan meluas hingga ke negeri Paman Sam. Pada bagian lain, Liberty juga menawarkan kepada tim-tim peserta untuk merangkap sebagai pemilik saham. Tawaran itu juga ditanggapi positif oleh bos-bos tim karena mereka akan bisa lebih terlibat dalam penyelenggaraan F1 di masa depan. 

’’Kenapa tidak? Kita sudah sering membahasnya. Pada akhirnya yang menentukan kami setuju atau tidak adalah berapa harganya dan apa yang akan kami dapat dari kepemilikan saham itu,’’ tambah Monisha Kaltenborn, team principal Sauber.

Pergantian kepemilikan juga dikhawatirkan ikut pula mengubah gaya manajerial yang bakal berpengaruh besar pada regulasi. Namun para bos tim yakin bahwa perubahan besar tidak akan terjadi setidaknya hingga 2020. 

Karena saat itulah dijadwalkan pergantian jenis mesin yang bakal dipakai. Mesin V6 Hybrid akan habis masa pakainya dan akan digantikan spek lain yang disepakati. 

’’Saya rasa perubahan besar tidak terjadi 2017-2018. Mungkin setelah 2020. Di sana akan kita lihat seperti apa produk yang akan dilahirkan F1. Bagaimana kami berinteraksi dengan fans dan membuat pertunjukan ini lebih menarik,’’ ucap Kaltenborn. (*/nur)

Berita Terkait