Pertanyakan Penanganan Kasus Jerora

Pertanyakan Penanganan Kasus Jerora

  Jumat, 29 January 2016 09:24
PERTANYAKAN KASUS: Sekretaris Forum Tumenggung, Sintang Fransiskus Sudarisman bersafari coklat saat mempertanyakan perkembangan kasus Jerora. SUTAMI/PONTIANAK POST

SINTANG- Sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi UPJJ Jerora II yang ditangai Polres Sintang. Aparat penegak hukum diminta serius mengungkap kasus tersebut.

“Tidak ada tujuan lain. Cuma ingin agar Sintang bebas dari, tindak Korupsi,” kata Sekretaris Forum Tumenggung,Sintang Fransiskus Sudarisman, kemarin.  Menurut Sudarisman, sejumlah kasus dugaan korupsi yang dilaporkan maupun sedang ditangani penegak hukum juga dipertanyakan. Bukan hanya Jerora. Lantaran pihaknya mencatat terdapat beberapa kasus kasus korupsi Sintang sedang ditangani aparat. Baik di Polres Sintang, Kejari Sintang maupun Kejati.

Ia mengatakan, seyogyanya masyarakat terus bertanya untuk kinerja aparat dalam mengusut kasus yang ditangani. “Kami (Ormas, red) didesak masyartakat, mempertanyakan perkembagan kasus,” katanya.Ia mencontohkan kasus yang disorot yakni   Bantuan LangsungMasyarakat, Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaa  (PUAP) 2013, yang   ditangani Polres Sintang. Kemudian terkait proyek  UPJJ, jerora II Sungai Ana tahun anggaran 2013, juga Polres Sintang yang menangani. “Proyek UPJJ Jerora II, panjang 2 KM. Pagu Rp 1 M.  Hasil audit BPKP, total Kerugian 800 juta rupiah,” katanya.  

Kemudian pemeliharaan jembatan gantung, Palaik Kec Kayan Hilir, yang ditangani Kejari Sintang juga dipertanyakan perkembangan kasusnya. Kasus tersebut mulai bergulir di kejaksaan pada 2014.  Kemudia Terkait dugaan korupsi pembangunan jembatan rangka Baja, Desa pulau jaya, Tempunak. “Kasusnya mulai ditangani  Kejaksaan Tinggi Kalbar pada awal 2015,” katanya.Sudarisman mengatakan pihaknya sudah datang langsung ke Polres maupun Kejari Sintang  langsung untuk mempertanyakan kasus yang ditangani. Kedua institusi penegak hukum tersebut didatangani pada Senin (25/1).

Saat di Polres, Sudarisman bersama rombongan diterima  Kabag Sumber Daya Polres Sintang.   Kita mendapat penjelasan, untuk jalan jerora II sekarang sudah tigkat pemberkasan. Sementara untuk PUAP sudah ada tersangkanya," kata dia.Sudarisman menambahkan, khusus proyek  pembangunan rangka baja di Tempunak,  masih terbengkalai. "Bajanya itu sekarang dibiarkan saja belum dibagun,"katanya.Pihaknya mengatakan, aspirasi yang disampaikan, sekaligus mewakili Ormas lainya, seperti Dewan Adat Dayak Sintang, Forum Tumenggung, Ikatana Sarjana Katolik (ISKA), Pemuda Katolik, dan PMKRI. (stm)