Pertanyakan Kepastian Bangun Border

Pertanyakan Kepastian Bangun Border

  Selasa, 29 March 2016 09:28
MEGAH: Seorang pengendara sepeda motor melintas di depan gedung DPRD Sintang di Jalan M Saad berdiri megah, yang pembangunannya menelan dana miliaran rupiah. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, Hery Jamri mempertanyakan kepastian pembangunan border di perbatasan Indonesia-Malaysia di Sungai Kelik, Sintang. Pemerintah pusat diminta harus dapat memastikan border dibangun atau tidak.

Menurut dia, persoalan diperbatasan sangat komplek. Sementara pemerintah terkesan masih setengah hati menyelesaikan atau peduli dengan kondisi masyarakat perbatasan. Ia mencontohkan banyak wilayah pemukiman warga, ditetapkan berstatus kawasan hutan. Belum lagi kalau berbicara infrastruktur.

Karena itu, Heri mengusulkan kalau border tidak dibangun, maka diberlakukan hukum dunia. Jadi, siapapun mendapat kebebasan berdagang di sana. Ungkapan tersebut sebagai rasa prihatin dengan ketidakjelasan kapan border di Sintang akan dibangun. Padahal, Sintang termasuk kabupaten di Kalimantan Barat yang secara geografis berbatasan langsung dengan Malaysia.

Heri menjelaskan begitu pula dengan status jalan. Seyogyanya jalan menuju perbatasan bisa pemerintah pusat tetapkan sebagai jalan strategis nasional. Dengan harapan, infrastruktur dapat terbenahi. Sementara kini kondisi akses ke perbatasan dari Sintang menuju perbatasan masih sangat berat.

Heri Jambri juga berharap perbatasan tidak sekedar menjadi objek proyek. Tapi kucuran dana pembangunan harus tetap sasaran. Dana digelontorkan memang untuk membangun, dengan melalui perencanaan baik. Bukan asal turunkan dana.

“Kejelasan membangun jalan penting. Mana jalan didanai pemerintah dan dibiayai CSR perusahaan. Jangan sampai ada tumpang tindih. Jalan dibangun dengan didanai perusahaan tapi diklaim sebagai kerjaan pemerintah,” katanya.

Heri menambahkan, sebagai legislator dapil dengan wilayah perbatasan, kerap menerima aduan masyarakat, terutama soal infrastruktur. Ia pun tidak menampik kondisinya memang amat memprihatinkan. Padahal jalan begitu dibutuhkan masyarakat, agar akses menjadi lancar. (stm)

Berita Terkait