Pertamina Bakal Tes Pasar Elpiji 5,5 Kg

Pertamina Bakal Tes Pasar Elpiji 5,5 Kg

  Rabu, 18 November 2015 16:12
TES PASAR: PT Pertamina (Persero) Kalbar segera akan melakukan tes pasar untuk produk elpiji Bright Gas ukuran 5,5 kg. Imam/Jawapos

Berita Terkait

PONTIANAK--PT Pertamina (Persero) Kalimantan Barat belum akan menjual elpiji nonsubsidi ukuran tabung 5,5 kilogram di provinsi ini. Produk tersebut menambah varian Bright Gas ukuran 12 kg yang telah ada di pasar.Namun Marketing Manager Pertamina Kalbar-Kalteng Eko Harjito mengatakan sampai saat ini elpiji dengan brand Bright Gas tersebut hanya dijual di wilayah Jabodetabek. “Tetapi kemungkinan besar akan masuk juga ke daerah-daerah lain, melihat animonya yang cukup tinggi,” ujarnya kepada Pontianak Post, kemarin (17/11).

Kalbar sendiri, kata dia, menjadi pasar yang cukup potensial. Apalagi Bright Gas ukuran 12 kg sudah beredar di Kalbar. Namun dia belum bisa memprediksi tingkat permintaan atas produk tabung berwarna pink dengan desain premium ini.“Akan ada tes pasar seperti pada produk BBM Pertalite lalu. Ternyata walaupun nonsubsidi, dengan keunggulannya, Pertalite diterima baik oleh masyarakat,” ungkapnya.

Walaupun harganya lebih mahal, yaitu Rp66 ribu per tabung di Jabodetabek, Bright Gas menawarkan kebutuhan gas dalam kemasan ringan, praktis, dan aman. Eko menyebut, produk ini menyasar wanita karier, keluarga kecil, penghuni apartemen, dan kelompok masyarakat yang dinamis.Bright Gas 5,5 kg, lanjutnya, menawarkan tiga kelebihan. Pertama, lebih aman dengan fitur katup ganda yang mengadopsi teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) sehingga dua kali lebih aman dalam mencegah kebocoran pada kepala tabung. Kedua, fitur keamanan diperkuat dengan adanya tambahan segel resmi Pertamina yang dilengkapi dengan hologram fitur OCS (Optical Color Switch).

Secara umum, pihaknya terus berusaha untuk memperluas penyebaran produk elpijinya. Penyaluran elpiji di Kalbar tergolong cukup sulit lantaran wilayah yang luas, serta akses yang belum mudah.“Tidak seperti di Jawa atau provinsi lainnya, di sini kami terkendala akses distribusi. Infrastruktur jalan di Kalbar belum terlalu baik. Ini yang membuat kami kesulitan untuk menyalurkan elpiji. Tidak hanya ke perbatasan, tetapi juga ke Kalbar bagian timur,” ungkapnya.

Ketergantungan masyarakat Kalbar terhadap gas elpiji sendiri semakin kuat. Elpiji saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat di Kalbar untuk keperluan memasak bagi konsumen rumah tangga, restoran atau rumah makan hingga hotel dan industri lainnya. Pertumbuhan penjualan elpiji di provinsi ini mencapai 10-15 persen setiap tahunnya.Program konversi bahan bakar minyak rumah tangga ke gas elpiji 3 kg di Kalbar akhirnya tuntas. Kalbar termasuk provinsi yang telat dalam menuntaskan program ini.

Pasalnya terjadi kontroversi soal pencatatan warga penerima bantuan kompor dan gas elpiji di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau yang berlangsung sejak tahun 2011 lampau. Namun kini masalah tersebut sudah tuntas.“Sudah kita salurkan sebanyak 8620 paket untuk warga di Tayan Hulu. Artinya program konversi di Kalbar sudah tuntas 100 persen,” ujarnya. Total sasaran konversi elpiji di Kalbar sendiri mencapai 1,047 juta orang. (ars)

Berita Terkait