Pertalite Resmi Beredar di Kalbar

Pertalite Resmi Beredar di Kalbar

  Rabu, 28 Oktober 2015 11:48

PONTIANAK – Bahan bakar minyak jenis Pertalite akhirnya resmi dijual di Kalimantan Barat, setelah diluncurkan di SPBU Coco, Jalan Ayani, Pontianak, kemarin (27/10) pagi. Sementara ini baru ada 12 SPBU di Kalbar yang ditunjuk menjadi outlet BBM dengan research octane number (RON) 90 ini, yang tersebar di Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, Landang, Sanggau, Sintang, dan Ketapang. Daerah lainnya akan menyusul untuk melihat permintaan masyarakat dan kesiapan SPBU yang akan menyalurkan.
Sejak peluncuran Pertalite di Kalimantan Timur September lalu, PT Pertalite lalu, PT Pertamina (Persero) terus agresif menjual Pertalite di seluruh wilayah Kalimantan. Saat ini, tidak kurang dari 97 outlet telah siap menyalurkan BBM jenis baru ini di Pulau Kalimantan. Penyebaran tersebut terealiasi dalam kurun waktu sebulan sejak uji pasar perdana di Pulau Kalimantan. “Diharapkan akhir tahun nanti, outlet Pertalite terus bertambah minimal sesuai target hingga 160 lembaga penyalur,” ujar General Manager Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan, Mochamad Irfan.
Sebagian besar pelanggan yang membeli Pertalite awalnya adalah pengguna Premium. Semakin bertambahnya outlet Pertalie turut memicu tingkat pemahaman dan kesadaran konsumen akan keunggulan Pertalite. “Realisasi penjualan Pertalite sudah mencapai 2.744 kiloliter. Angka ini artinya sebanyak 9 persen konsumen di Kaltim, Kalteng dan Kalsel sudah beralih ke Pertalite,” kata Irfan.
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan dengan bertambahnya jumlah penyalur di Kalimantan, total outlet Pertalite di seluruh Indonesia kini mencapai 1.453 outlet. Jumlah outlet tersebut tersebar lebih dari 222 kota/kabuten di seluruh Indonesia.  “Pertalite menjadi pilihan produk Pertamina yang tidak disubsidi dan diharapkan dapat terus meningkat lagi penjualannya. Saat ini, total Pertalite yang sudah terserap oleh konsumen di seluruh Indonesia  telah mencapai lebih dari 160 juta liter,” tambahnya.
Harga Pertalite di Kalimantan di bandrol Rp8.500 per liter atau hanya selisih Rp1000 dengan Premium. Terinspirasi oleh perkembangan teknologi kendaraan bermotor di Indonesia, Pertalite adalah varian baru dari produk gasoline nonsubsidi Pertamina yang diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen, dengan level RON 90, Pertalite membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan Premium yang memiliki RON 88.
Pertalite sesuai untuk digunakan pada kendaraan bermotor roda dua hingga kendaraan multi purpose vehicle ukuran menengah. Pertamina akan terus melakukan penambahan jumlah dan cakupan wilayah outlet SPBU yang dapat melayani penjualan Pertalite untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap BBM RON 90 yang semakin meningkat. “Dengan aktivasi ini diharapkan konsumen dapat dengan mudah mengakses Pertalite sebagai bahan  bakar pilihannya, terutama bagi konsumen yang menginginkan bahan bakar dengan RON lebih tinggi  dari Premium dan harga terjangkau,” tutup Irfan.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji yang hadir dalam peluncuran tersebut, menyambut baik hadirnya Pertalite di Kota Pontianaknya. Dia berharap banyak warga Pontianak bisa beralih dari Premium ke Pertalite. Hal ini seiring dengan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam menjaga udara tetap bersih. Sebagai salah satu dari lima kota yang udaranya terbersih, kecuali saat ini di mana asap kiriman dari daerah lain masih menyelimuti Kota Pontianak, Pertalite merupakan bahan bakar pilihan yang bagus karena oktannya lebih baik sehingga emisinya bisa ditekan serendah mungkin. “Hadirnya Pertalite di sini bisa menjadi salah satu solusi menjaga udara tetap bersih,” tuturnya.
Dia berharap, ke depan masyarakat dengan sendirinya menyadari bahwa penggunaan bahan bakar murah dengan kadar oktan yang rendah, justru akan berdampak lebih mahal dalam perawatan kendaraan dan negara ini mengeluarkan biaya yang lebih mahal untuk mengembalikan kondisi udara tetap sehat. “Saya berharap Pertamina tetap gencar memasyarakatkan penggunaan Pertalite, kalau perlu premium itu sudah tidak ada lagi. Yang ada pertalite dan pertamax saja,” kata Sutarmidji. (ars)