Pertahankan Tradisi Khataman Quran

Pertahankan Tradisi Khataman Quran

  Minggu, 7 February 2016 08:36

WALI Kota (Wako) Pontianak Sutarmidji berjanji akan mempertahankan tradisi khataman Alquran, sehingga tradisi tersebut tidak hilang dan terus dilestarikan. Selain itu, harapan dia juga bisa menjadi penangkal bagi sejumlah oknum dalam upaya menggerus nilai dari keagungan Alquran. Rencana ke depan, ia akan memprogramkan khataman Alquran secara masal untuk tingkat pelajar SMP dan SMA.

“Khataman Alquran mesti terus dilestarikan. Ini bisa sebagai penangkal bagi segelintir orang yang berusaha menggerus nilai Alquran. Untuk itu, saya akan memprogramkan khataman Alquran di tingkat SMP dan SMA se-Kota Pontianak,” janji Wako usai acara khataman Alquran anak bungsunya, Muhammad Bayu, di kediaman rumah dinasnya, Sabtu (6/2).

Khataman Alquran massal akan diberlakukan dia di SMP dan SMA Kota Pontianak. Rencananya, menurut Wako, agenda itu akan dilaksanakan rutin antara tiga sampai enam bulan sekali. Dalam sekali khataman, dia berharap akan dilakukan serentak sejumlah 500 hingga seribu pelajar. “Program ini akan berjalan,” yakinnya.

Ia juga ingin agar setamat SD, seorang anak sudah bisa baca tulis Alquran. Jika ini teruwujud, maka dia yakin, bisa jadi satu landasan kuat bagi pelajar tentang pehamaman agamanya. Keinginan tersebut, diungkapkan Wako, didorong dengan merebaknya paham dan aliran sesat yang masuk di Kalbar beberapa waktu lalu. Melalui penguatan agama, ia berharap dapat menjadi benteng agar paham sesat itu tidak mudah masuk ke sini.

Sekarang ini, diakui dia, sebagian besar sekolah memiliki musala dan sekolah juga memiliki TPA. Meskipun dulu, dia tak memungkiri, ada persepsi antara TPA di luar dan sekolah. Menurut Wako, akan lebih baik jika pelajar dapat ikut TPA baik di sekolah ataupun di luar. “Kedua putri saya khatam Alquran cepat, karena dulu dia datang ke guru TPA-nya. Yang laki-laki ini karena tinggal di rumah dinas, sehingga khatamnya agak lama, dikarenakan guru ngaji-nya datang ke rumah,” aku Wako.

Senada dengan Wako, wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Heri Bustamin, menilai program khataman Alquran yang direncanakan kepala daerah sebagai sesuatu yang bagus. “Saya sebagai masyarakat mendukung hal positif itu. Tujuannya untuk syiar dan pembinaan mental pemuda, kemudian untuk menangkal radikalisme yang mencuat beberapa bulan ini,” terangnya.

Upaya ini, diharapkan dia juga dapat menekan kenakalan remaja yang pergaulannya semakin mengkhawatirkan, seperti maraknya seks bebas hingga narkoba. “Kalau pemerintah perduli dan semangat, kita dukung satu terobosan ini,” janjinya. (iza)