Persoalan Sampah Belum Tuntas

Persoalan Sampah Belum Tuntas

  Kamis, 28 July 2016 09:30
SAMPAH: Tumpukan sampah beserakan di pinggiran jalan raya belakang terminal Induk. Persoalan sampah hingga kini belum juga bisa dituntaskan oleh Pemerintah Kota Singkawang. AIRIN FITRIANSYAH//PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG—Tempat pembuangan sampah rumah tangga masih menjadi keluhan masyarakat di wilayah Kelurahan Sungai Wie, Kecamatan Singkawang Tengah, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

 
Dikarenakan sampah menumpuk di beberapa titik pinggiran jalan raya yakni jalan belakang Terminal Induk. Sehingga mengganggu aktivitas dan lingkungan masyarakat sekitar.

Pantauan media di lapangan melihat tumpukan sampah berserakan karena tidak terurus dengan baik. Serta fasilitas tempat penampungan sementara tidak disediakan. Akibatnya warga membuang sampah disembarang tempat dan menimbulkan aroma busuk yang tidak sedap.

“Pembuangan sampah di sini sudah lama terjadi. Tetapi sampah-sampah berserakan hingga kini belum juga diangkutan oleh petugas kebersihan,” ucap Warga Kelurahan Sungai Wie Rahmat, Rabu (27/7) kepada media ini.

Dia mengatakan banyak tumpukan sampah di pinggiran jalan raya kurang ditata dengan baik oleh pemerintah daerah. Ini yang menjadi keluhan masyarakat karena menggangu lingkungan sekitar. Sehingga dibutuhkan ketegasan dari pihak terkait untuk menanggulangi persoalan sampah yang terjadi di wilayah Pemerintahan Kota Singkawang.

Ia menuturkan dalam mengatasi permasalahan sampah yang terjadi di lingkungan masyarakat. Dibutuhkan kerjasama dari seluruh pihak terkait antara pemerintah daerah maupun pihak swasta guna menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Jika hal tersebut terus dibiarkan, tanpa adanya solusi penyelesaiannya. Permasalahan sampai hingga kapan pun tidak akan pernah bisa diselesaikan dengan baik.

"Jika ingin mecari solusi permasalahan sampah. Saat ini banyak yang bisa kita akses melalui Internet tentang penanggulangan sampah secara terpadu. Tetapi semua itu tidak terlepas dari komitmen pemerintah daerah maupun pihak swasta dalam menertibkan sampah-sampah yang terjadi di lingkungan masyarakat sekitar,” tukasnya melihat kondisi sampah yang tidak terurus oleh Pemerintah Kota Singkawang.

Lurah Sungai Wie Ellys Faralisi membenarkan bahwa di jalan raya belakang Terminal Induk menjadi tumpukan sampah. Tetapi dirinya membantah bahwa sampah yang dibuang di pinggiran jalan raya tersebut bukan sampah milik warganya.

“Warga yang tinggal di sini sudah tahu bahwa jalan raya belakang terminal Induk dilarang membuang sampah. Tetapi sebaliknya warga dari kelurahan lain yang membuang sampah di sekitar sini. Ini yang tidak bisa kami atasi, karena persoalan sampah dibutuhkan kesadaran masyarakat pribadi untuk menjaga kebersihan lingkungan ,” terangnya saat dikunjungi di ruang kerjanya.

Dia menyampaikan pihaknya sudah melarang keras bahwa jalan raya belakang terminal Induk tidak boleh dijadikan tempat pembuangan sampah. Dikarenakan sangat menggangu lingkungan masyarakat sekitar. Sehingga dirinya mengimbau kepada warga jika ingin membuang sampah. Yakni buanglah sampah pada tempatnya yang sudah disediakan oleh pemerintah daerah Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan imbaungan larangan membuang sampah yang pernah dilakukan secara lisan maupun tulisan tidak ditanggapi oleh oknum masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat. Hal ini mengakibatkan sampah yang berserakan di pinggiran jalan raya, tetap saja terjadi dan hingga kini belum ada solusi penyelesaiannya karena dibutuhkan kerjasama semua pihak terkait.

“Kami sudah pernah melakukan kerja bakti membuang sampah yang berserakan di pinggiran jalan raya belakang terminal Induk. Bahkan spanduk sudah dipasang agar masyarakat jangan membuang sampah di sembarang tempat. Tetapi masih ada saja masyarakat kita yang tidak mau peduli dengan persoalan sampah,” imbuhnya. (irn)

Berita Terkait