Persiapkan 12 Hetare, Sasar Sembilan Kecamatan

Persiapkan 12 Hetare, Sasar Sembilan Kecamatan

  Senin, 15 Agustus 2016 09:16
SENTRA JAGUNG: Nanga Suhaid menjadi salah satu dari sembilan kecamatan yang akan menjadi sasaran sentra perkebunan jagung jenis hibrida di Kabupaten Kapuas Hulu. NANGASUHAID.BLOGSPOT.CO.ID

Berita Terkait

 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu serius mengembangkan jagung untuk kebutuhan ekspor. Sebelumnya, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Peternakan (Dispertanak) bersama Ketua DPRD Kapuas Hulu, Rajuliansyah, mengungkapkan rencana penanaman jagung di sejumlah kecamatan di Kapuas Hulu. Kali ini, program tersebut juga disampaikan sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas Hulu, Muhammad Sukri.

MUSTA’AN, Putussibau

SEKDA mengatakan jika semula jagung merupakan tanaman pangan yang kaya akan karbohidrat setelah beras. Namun, sekarang ini, jagung semakin banyak digunakan sebagai bahan baku industri pakan peternakan. Inilah dasar Pemkab setempat tertarik mengembangkan komoditas jagung pada petani. Sekaligus mereka juga ingin meningkatakan kesejahtraan masyarakat daerah ini.

Sukri menegaskan, jagung yang akan dikembangkan yakni jenis hibrida. “Setelah Agustus ini kami ke akan Jakarta, untuk menindaklanjutinya rencana pengembangan jagung, karena Kapuas Hulu sudah ditunjuk untuk pengembangan produksi jagung. Untuk lahan sudah disiapkan seluas 12 hetare,” tutur dia.

Bahkan, untuk pengembanan komoditas jagung ini, mereka melibatkan pihak ketiga sebagai investor. Dijelaskannya, pengembangan komoditas jagung juga untuk mendukung bidang peternakan, karena akan mempermudah peternak dalam mendapatkan suplai pakan ternaknya. Untuk mendapatkan mesin penjemur. Nanti, lahan yang sudah disediakan Pemkab disurvei petugas dari pusat. Kemudian kesiapan petani juga jadi pertimbangan merealisasikan mesin penjemur hinggapembangunan pabrik.

Sukri mengatakan, setelah ketersediaan lahan dianggap cukup, petaninya ada, baru mereka akan berikan mesin penjemuran. Pabrik pengolahan menyusul kemudian, sepertinya tahap awal ini kita akan jual jagung pipil dulu. “Belum sampai ke pakan, kalau sudah berkembang baru ke pabrik untuk pengolahan pakan ternak, peluang ekspor dan kebutuhan di dalam negeri sangat besar,” terangnya.

Dijelaskannya, di Kapuas Hulu potensi pengembangan komoditi jagung masih besar, maka ini akan menjadi peluang kabupaten paling ujung timur tersebut, untuk suplai komoditas jagung ke daerah lain. “Prospek di Kapuas Hulu bagus. Kalau saya melihat beberapa sampel perkebunan yang ada tumbuh bagus. Kemudian untuk pasaran juga demikian. Nanti yang dipakai jenis jagung hibrida,” ungkap dia.

Ditegaskannya lagi, lahan baru yang akan digarap luasannya 8 – 12 ribu hektare, di mana dari jumlah itu, Pemkab sudah mendapat lahan sekitar 7 ribu hektare. Daerah yang berpotensi dijadikan sentra perkebunan jagung jenis hibrida tersebar di sembilan kecamatan. Yaitu Kecamatan Putussibau Selatan, Embaloh Hulu, Batang Lupar, Kalis, Mentebah,Hulu Gurung,Pengkadan dan Jongkong, serta Kecamatan Suhaid.(*)

Berita Terkait