Perokok Rawan Derita Tumor Laring

Perokok Rawan Derita Tumor Laring

  Jumat, 4 December 2015 08:46

Berita Terkait

Gaya hidup yang tidak sehat dapat memicu seseorang menderita berbagai penyakit. Salah satu diantaranya adalah penyakit tumor laring pada leher seseorang. Tumor laring merupakan tumor ganas terbanyak ke-3, di daerah kepala dan leher setelah tumor nasofaring, tumor ganas hidung sinus paranasal.Oleh : Marsita Riandini

Tumor laring paling sering ditemukan pada perokok aktif dan ada juga pada perokok pasif. Laring adalah organ yang terletak pada bagian atas trakea. Laring memiliki panjang sekitar 5 cm dan kadang-kadang disebut kotak suara. Pada pria, kita dapat melihat dan merasakan bagian depan laring sebagai jakun di depan leher, tepat dibawah dagu. Laring mengandung pita suara yang jaringan otot berbentuk V pada lapisan dalam laring. Mereka bergetar saat udara lewat di antara pita tersebut serta dapat menghasilkan suara.

Penyebab pasti tumor laring sampai saat ini belum diketahui, namun didapatkan beberapa hal yang berhubungan erat dengan terjadinya keganasan laring yaitu kebiasaan merokok. Demikian yang disampaikan oleh dr. Eva Nurfarihah, Sp. THT-KL, M. Kes kepada For Her. “Seperti yang sering terlihat di iklan TV, akibat dari kebiasaan merokok membuat seseorang sulit bernafas. Sulit bernafas ini karena tumornya menyumbat saluran nafas. Didepan saluran nafas terdapat saluran makan, maka bila tumornya bertambah besar dapat juga menekan saluran makan. Pasien akan kesulitan makan dan minum,” ungkap Dokter di Rumah Sakit Mitra Medika ini.

Mengonsumsi alkohol dalam jangka panjang dan berlebihan juga dapat membuat seseorang menderita tumor laring. Sebab alkohol tersebut merangsang selaput lendir untuk degenerasi dan menyebabkan kanker. Penyebab lainnya yakni radang tenggorokan kronis, atau radang pernafasan, polusi udara, dan inveksi virus. “Tumor laring dapat diderita oleh siapa saja. Lebih sering mengenai laki-laki dibanding perempuan dengan perbandingan 5 : 1. Terbanyak pada usia 56-69 tahun,” beber dia.

Gejala dan tanda yang sering dijumpai adalah suara serak. Dalam kehidupan sehari-hari, jika orang menemukan suara serak, dan gejala ini bertahan selama lebih dari tiga minggu dan tidak kunjung membaik, harus segera pergi ke rumah sakit untuk perawatan medis oleh seorang dokter untuk laringoskopi THT. Tumor yang sangat kecil juga membuat pita suara bergetar yang menyebabkan suara serak abnormal. “Suara serak merupakan gejala awal yang paling umum dari kanker tenggorokan,” jelasnya.

Sesak nafas dan nafas berbunyi di tenggorokkan juga terasa nyeri serta tidak bisa menelan. Gejala-gejala ini adalah gejala awal yang apabila menganggapnya enteng dan menunda pengobatan kanker laring dapat memperparah kondisi. Ketika kerusakan semakin serius dan tumor semakin besar, akan langsung mempengaruhi pernapasan atau sekresi saluran napas yang menyebabkan kesulitan bernapas. Penyebarannya, melalui kelenjar getah bening leher sehingga bisa tumbuh benjolan di leher juga.

“Karena menyerang pita suara, gejala yang paling sering muncul adalah suara serak, yang semakin lama bertambah parah. Bahkan bisa sampai menghilang sama sekali suaranya,” papar dia. Jika Anda merasakan adanya dahak berdarah, gejala dyspnea, harus pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan, kemungkinan adalah kanker laring. “Gejala dapat pula disertai batuk berdarah, atau ludah bercampur darah. Diantara pita suara terdapat saluran pernafasan. Bila tumor bertambah besar, penderita juga akan mengeluh sesak dan sulit bernafas,” pungkasnya. **

Berita Terkait