Pernikahan Bawah Umur Mengkhawatirkan

Pernikahan Bawah Umur Mengkhawatirkan

  Jumat, 17 November 2017 10:00
Arif Budiman

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Sejak dua tahun terakhir ini pernikahan anak di bawah umur di Kapuas Hulu cukup menghawatirkan. Hingga bulan November 2017 ini, Pengadilan Agama Kapuas Hulu sudah mengeluarkan 14 dispensasi untuk pernikahan dibawah umur atau sering disebut pernikahan dini.

Angka pernikahan di bawah umur di Bumi Uncak Kapuas mulai meningkat tahun 2016, dispensasi pernikahan dini sebanyak 12 perkara, memasuki bulan November 2017 ini saja sudah ada 14 perkara.  “Kebanyakan orang tua yang mengajukan dispensasi pernikahan dini ini alasannya beragam diantaranya anak mereka sudah tidak sekolah lagi, hamil duluan dan ketangkap basah oleh masyarakat,” kata Arif Budiman dari Humas Pengadilan Agama (PA) Kapuas Hulu, Selasa (14/11).

Arif mengatakan, pemberian dispensasi pernikahan di bawah umur oleh PA ini bukanlah kebijakan mereka, namun memang sudah aturan. Namun pihaknya pernah menemukan kasus pernikahan dibawah umur ini terjadi tanpa adanya dispensasi dari mereka. “Ketika ada gugatan perceraian, kami biasanya menemukan pernikahan dibawah umur. Mungkin saat itu KUA belum menerapkan aturannya secara ketat. Namun saat ini KUA sudah banyak menolak untuk menikahkan anak dibawah umur, jika tak ada dispensasi dari kami,” ungkapnya.

Lanjut Arif, dispensasi pernikahan di bawah umur ini sangat penting bagi yang menikah tersebut. Karena, dia menambahkakn, jika mereka tetap memaksa menikah di bawah umur tanpa dispensasi PA, maka KUA tidak bisa menikahkan pasangan tersebut, kecuali pernikahan siri. “Otomatis nikahnya pun tidak tercatat dan tanpa buku nikah, sehingga dampak kedepannya pun ketika mereka memiliki anak dan mengurus administrasi anaknya akan kesulitan,” ungkapnya.

Maka dari itu Arif mengimbau kepada para orang tua agar dapat mengawasi pergaulan anaknya, jangan sampai mereka salah bergaul sehingga nantinya mereka menikah di bawah umur. “Orang tua itu jangan gegabah menikah anaknya di bawah umur, karena rata-rata angka perceraian yang ada dipengadilan ini usianya masih muda. Kebanyakan mereka ini menikah tidak dibawah umur, apalagi kalau dibawah umur menikahnya,” jelasnya.

Sementara itu Juanda, kepala Seksi Binmas Islam Kemenag Kapuas Hulu mengungkapkan, batas pernikahan itu bagi laki-laki 21 tahun sementara itu bagi perempuan berumur 17 tahun. Maka pernikahan di bawah umur tersebut memang harus mendapatkan dispensasi dari pengadilan agama setempat. “Tanpa adanya surat dispensasi itu, KUA pun tak bisa menikahkan mereka (anak bawah umur),” tuturnya.

Juanda menegaskan, jika ada KUA yang berani menikahkan anak bawah umur tanpa dispensasi dari pengadilan, dipastikan akan diberikan sanksi kepada yang bersangkutan. “Sanksinya bisa administrasi hingga jabatan dicopot,” ucapnya.

Juanda mengakui, hingga hari ini ia belum menemukan KUA yang berani menikahkan anak di bawah umur tanpa dispensasi dari PA, artinya para KUA di Bumi Uncak Kapuas ini mengikuti aturan yang ada. “Karena KUA pun sudah tahu adanya aturan tersebut,  lagi pula untuk menikahkan orang tersebut aturannya sekarang sudah ketat,” jelasnya. (aan)

Berita Terkait