Pernah jadi Sopir Bus hingga Jualan Ayam

Pernah jadi Sopir Bus hingga Jualan Ayam

  Selasa, 15 December 2015 07:08
BERBAUR: AM Nasir Bersama Istri saat berbaur dengan masyarakat. ISTIMEWA

Berita Terkait

 

Mengenal Sosok AM Nasir, Calon Bupati Kapuas Hulu

 
KPU Kapuas Hulu belum menetapkan siapa pemenang Pilkada Kapuas Hulu melalui rapat pleno. Kendati begitu, berdasarkan data yang dirilis KPU pada situs resminya, pasangan calon AM Nasir dan Antonius L Ain Pamero tampil sebagai pemenang sementara dengan perolehan 69.048 suara atau 50,73 persen. Bagaimana sosok dan kiprah AM  Nasir selama ini? MUSTA’AN, Putussibau

 
Sementara itu pasangan calon bupati nomor urut dua, Fransiskus Diaan - Andi Aswad berdasarkan data yang sama berhasil meraih 67.067 suara (49,27%), terpaut tipis dengan pasangan AM Nasir dan Antonius Pamero.Data yang dirilis oleh KPU tersebut merupakan data resmi sementara KPU, dan itu merupakan data hasil hitung TPS (Formulir C1), dengan data masuk sudah 100 % (785 dari 785 TPS). Meski terpaut tipis, yakni 1.981 suara, tentu sangat menentukan siapa yang bakal memimpin Kapuas Hulu lima tahun ke depan.

Lalu siapa AM Nasir, dan bagaimana jalan hidup bakal Bupati Kapuas Hulu dua periode itu? AM Nasir merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Pria kelahiran Nanga Bunut, 13 Juli 1961, itu merupakan anak nelayan dari pasangan Abang Husin Nita - Dayang Arpah.

Hidup sederhana dan bekerja keras sudah dia lakukan sejak kecil hingga meneruskan ke perguruan tinggi di UPB (Universitas Panca Bhakti Pontianak) pada 1982-1989. Pria lulusan SD Negeri 01 Nanga Bunut (1968-1974), SMP Harapan Nanga Bunut (1974-1977) dan SMA Muhammadiyah Pontianak (1977-1981) ini merupakan tipe pekerja keras dan pantang menyerah serta tidak memilih pekerjaan.

“Saya ini sudah terbiasa hidup susah. Kerja kayu di hutan sudah biasa. Tahun 1990-an saya sopir bis Uncak Kapuas, sambil jual ayam. Apa pun pekerjaan saya lakoni, asal halal. Bagi saya waktu tidak boleh terbuang percuma,” ucap Nasir ketika ditemui di kediamannya, Jalan Lintas Selatan No. 156 Kelurahan Kedamin Hulu.

Bahkan sebelum berkeluarga, Nasir sempat menumpang di rumah adiknya. Nasir bercerita, ketika membawa bis Pontianak-Putussibau, dirinya sering makan hanya dengan mi instan. “Hanya makan indomie tiga hari tiga malam itu biasa,” kata Nasir dengan ramah.

Dua tahun profesi sopir bis ia jalani, masa itu ia mulai menabung dan membuat perusahaan jasa kontruksi (kontraktor) dan akhirnya secara perlahan ekonominya mulai membaik. Pekerjaan sopir bis selama dua tahun ia tinggalkan dan konsen sebagai pengusaha (kontraktor).

Adik kandung Abang Tambul Husin, Bupati Kapuas Hulu dua periode (2001-2005 dan 2005-2010) itu pun mulai aktif di dunia politik. Dia bergabung ke DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kapuas Hulu dan akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum DPC PPP Kabupaten Kapuas Hulu dua periode  (2004-2010).

Sebagai Ketua DPC PPP Kapuas Hulu, mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kapuas Hulu masa jabatan tahun 2004-2009 dan 2009-2010. A.M Nasir juga didaulat sebagai Ketua MABM (Majelis Adat Budaya Melayu) Kapuas Hulu dua periode , hingga sekarang. Tahun 2010,  pada pilkada langsung ia terpilih sebagai Bupati Kapuas Hulu berpasangan dengan Agus Mulyana, politisi Partai Golkar.

Nasir yang pernah tinggal di komplek pasar Impres Putussibau kota Kecamatan Putussibau Utara pada awal membina rumah tangga bersama Erlinawati Nasir. Pada Pilkada Langsung 2010 dia berhasil mengungguli lima calon bupati lainnya yakni Yoseph Alexander-Abang Chairul Saleh, Baiduri - Antinius L Ain Pamero, Kamsidi-Zainudin dan Imennuah-Sugiri, serta Syaiful Bahri-Pius Soeka.

Pria yang hanya bercita-cita ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tidak pernah menyangka jadi bupati Kapuas Hulu menggantikan abang kandungnya (Abang Tambul Husin). “Waktu itu kalau sekolah cita-citanya hanya ingin jadi PNS, tidak pernah terpikir sebelumnya menjadi bupati Kapuas Hulu,” katanya. Baginya, terpilih sebagai bupati Kapuas Hulu pada pilkada langsung adalah mukjizat.

Demikian juga pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu pada 9 Desember lalu, bersama Antonius L. Ain Pamero, SH bisa mengumpulkan 69.048 Suara (50,73%) atau unggul tipis dari pasangan Fransiskus Diaan-Andi Aswad yakni kurang lebih 1.981 suara. “Kemenangan ini adalah mukjizat. Rasa-rasa tidak mungkin, tapi masyarakat melihat kinerja saya lima tahun lalu,” ucap Nasir.

Bapak empat anak, suami Erlinawati Nasir, SH (anggota DPRD Kapuas Hulu periode  2009-2019 dari fraksi PPP) ini mengatakan, kemenangannya dengan memproleh suara terbanyak pada pilkada ini adalah kemenangan masyarakat Kapuas Hulu.

Karena partisipasi masyarakat luar biasa. “Partisipasi masyarakat sangat luar biasa. Banyak kegiatan kami yang dibantu masyarakat,” ungkapnya terharu.

Bisa membangun daerah hingga ke pelosok desa, sambung Nasir, adalah kepuasan tersendiri. Dengan bekal pengalaman sebagai kontraktor, Nasir mengaku tahu betul apa yang dibutuhkan masyarakat Kapuas Hulu hingga ke pelosok desa.

“Bisa membantu masyarakat saya senang. Tekad saya ingin memajukan daerah Kapuas Hulu ini. Saya yakin bersama masyarakat, ke depan Kapuas Hulu akan lebih maju,” paparnya.

Nasir juga berharap seluruh simpatisan, pendukung dan tim suksesnya selalu menjaga keamanan dan ketertiban. Dan tidak mudah terpancing isu-isu yang dapat memecah belah persatuan dan keharmonisan anatar masyarakat Kapuas Hulu. “Saya minta masyarakat tidak terpancing dengan situasi dan kondisi yang ada. Siapa yang kalah dan menang harus bisa menerimanya,” ucapnya. (*)

 

Berita Terkait