Pernah Diracun, Empat Kali Jadi Target Pembunuhan

Pernah Diracun, Empat Kali Jadi Target Pembunuhan

  Jumat, 22 December 2017 10:00
Abdillah Onim.

Berita Terkait

Kisah Abdillah Onim Abdikan Diri Menolong Warga Palestina 

Selama 10 tahun, Abdillah Onim mengabdikan diri untuk menolong warga Palestina. Onim menjalin kerjasama dengan puluhan lembaga, termasuk dari Kalimantan Barat, untuk menyalurkan bantuan. Bagaimana kisahnya? 

SITI SULBIYAH KURNIASIH, Pontianak

Isu Palestina beberapa hari terakhir menyita perhatian dunia, selepas keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. Begitupun dengan masyarakat Indonesia yang menunjukkan reaksi keras terhadap keputusan tersebut karena dianggap telah melukai masyarakat dunia pada umumnya, dan Palestina pada umumnya. 

Namun jauh sebelum adanya keputusan tersebut, sudah ada sekelompok masyarakat Indonesia yang memberikan kontribusi untuk membantu meringankan beban warga Palestina akibat konflik dengan Israel. Salah satunya dilakoni Abdillah Onim, aktivis solidaritas Palestina asal Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara. 

"Saya dulunya wartawan TVOne, sekarang saya menjadi wartawan independen, yang mengabarkan informasi terbaru dari Palestina," terangnya kepada ratusan jemaah yang hadir di Masjid Raya Mujahidin, tadi malam, (21/12). 

Onim, sapaan akrabnya, dalam kesempatan tersebut menceritakan pegalamannya selama hampir 10 tahun di tanah Palestina. Ia menceritakan selama di sana, setidaknya sudah ada 30 NGO dan LSM termasuk dari Kalbar yang telah menjalin kerjasama dengannya untuk menyalurkan bantuan kepada warga Palestina.

"2008 pasca-agresi Israel, setidaknya ada 600 ribu orang yang tewas," ungkapnya.

Dua tahun berselang, lanjut dia, tahun 2010, tragedi Kapal Mavi Marmara menyita perhatian dunia. Saat itu, Onim sedang berada di salah satu kapal yang membawa bantuan untuk warga Palestina tersebut. 

"Saya tidak bisa melupakan tragedi pembataian di kapal Mavi Marmara,  saat itu saya bisa merampas senjata tentara Israel, dan berhasil mendorongnya jatuh ke dalam lautan. Saya bangga berhadapan langsung dengan Zionis Israel," terangnya.

Akibat tragedi tersebut, Onim sempat dijebloskan ke dalam penjara. Namun bukannya menderita, dia justru bangga, karena bisa merasakan secara langsung bagaimana saudara seimannya mengalami penderitaan di dalam penjara tersebut.

"Saya bisa merasakan bagaimana saudara seiman di penjara oleh Zionis. Setidaknya ada lebih dari 7000 warga Palestina dijebloskan karena meraka melawan Israel," sebutnya. 

Selain itu, pada saat dipenjara, dia juga sempat diracun. Racun itu membuatnya muntah-muntah. Selepas dari penjara, dia memeriksakan kesehatan dan hasilnya positif darah yang ada dalam tubuhnya terdapat racun nitrat. Racun tersebut diprediksi akan menghilangkan daya ingat 5-10 tahun yang akan datang.  

"Mereka (Israel) sengaja memberikan racun itu, sebab mereka ingin saya melupakan tragedi Mavi Marmara,"katanya. 

Tidak cukup sampai diracun, dia bahkan telah empat kali dijadikan target pembunuhan. Lantas apakah hal tersebut membuatnya tidak ingin kembali ke Palestina lagi? Jawabannya tidak. Justru Onim tidak pernah kapok untuk kembali ke Palestina, khususnya Gaza. Ia bahkan menikah dengan muslimah Gaza, dan sekarang sudah memiliki tiga anak. 

"Alhamdulillah, saya diberikan kekuatan dan kesabaran, Allah masih berikan kesempatan untuk hidup. Di tanah ini, saya ingin tidak hanya jodoh, rezeki, dan perjuangan saja, semoga di akhir hayat saya ada di Palestina," katanya.

SOLIDARITAS PALESTINA: Para jemaah mengumpulkan infak saat mengelar acara donasi di Masjid Mujahidin, Pontianak, Kamis (21/12) malam. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu warga Palestina.  HARYADI/PONTIANAK POST 

Onim menceritakan bagaimana tentara Isreal memerangi warga Palestina. Mereka menjadikan Pejuang Palestina, Jurnalis, ulama dan dosen sebagai target sasaran. Begitupun dengan anak-anak dan ibu hamil juga menjadi target utama, sebab mereka adalah bibit-bibit yang akan memunculkan para pejuang Palestina. 

Dalam kesempatan tersebut, Onim juga memberikan informasi terbaru tentang Palestina. Salah satunya terkait Masjidil Aqsa, yang peruntukannya sudah mulai berubah.

"Baru-baru ini saya dapat informasi bahwa Israel sudah membangun Sinagog di kawasan Masjidil Aqsa," ucapnya.

Melihat kondisi ini, Onim mengajak masyarakat Indonesia  untuk memberikan dukungan kepada Palestina, baik dukungan materi maupun moril. Warga Palestina juga ingin menjadi warga yang merdeka dan tidak lagi dijajah oleh Israel. "Mereka (warga Palestina) juga bermimpi untuk merdeka sebagaimana yang telah diraih oleh Indonesia," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan jamaah secamara sukarela memberikan bantuan berupa uang, yang nantinya akan di salurkan kepada warga Palestina. Dana yang terkumpul mencapai Rp50 juta. (sti)

Berita Terkait