Permen Diet Kantong Plastik Harus Terbit

Permen Diet Kantong Plastik Harus Terbit

  Minggu, 22 May 2016 10:54
KANTONG PLASTIK: Salah satu swalayan yang menerapkan kantong plastik berbayar seharga Rp200. Kementerian Lingkungan Hidup berencana akan mengeluarkan peraturan menteri yang khusus mengatur masalah kantong plastik. MAYA/RADAR BOGOR/JPG

Berita Terkait

JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tetap bersikukuh akan menerbitkan peraturan menteri (Permen) terkait dengan diet kantong plastik. Hal tersebut dinyatakan meski hasil uji coba diet kantong plastik sejauh ini belum mempresentasikan pencapaian secara nasional.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Sudirman, kemarin (21/5) mengatakan bahwa masalah limbah plastik, salah satunya berasal dari kantong plastik sudah cukup mengkhawatirkan. Dia menjelaskan bahwa kebiasaan dalam menggunakan kantong plastik yang hanya sekali pakai menjadi salah satu penyebab bertambahnya limbah plastik.

“Rata-rata kantong plastik itu bertahan cuma satu jam dipakai, setelah itu dibuang. Bayangkan jika ada 35 ribu toko ritel yang buka dari pagi hingga malam dan konsumennya perhari mencapai ratusan. Sudah berapa lembar kantong plastik yang dibuang per jamnya,” kata Sudirman.

Berdasarkan alasan itulah Sudirman kemudian mengatakan bahwa Permen mengenai pengurangan kantong plastik tidak dapat ditunda-tunda lagi. Permen tersebut bakal terbit usai uji coba diet kantong plastik berakhir pada akhir Juni mendatang. “Kami masih komitmen dan harus ada peraturan itu,” tegasnya.

Permen tersebut, lanjutnya akan menetapkan harga kantong plastik yang pas sesuai dengan kemampuan masyarakat di daerah masing-masing serta sanksi-sanksi. “Pemerintah Daerah Banjarmasin itu bahkan sudah menetapkan aturan bebas kantong plastik di seluruh toko ritel di sana,” ujarnya.

Namun dia menjelaskan bahwa peraturan tersebut nantinya hanya akan diberlakukan di toko-toko modern (ritel) di seluruh Indonesia. “Kalau untuk mengatur kantong plastik yang beredar di pasar tradisional nanti dulu. Nanti akan dicarikan lagi solusinya,” ucap Sudirman.

Komitmen dari pemerintah tersebut sebelumnya telah ditanggapi beragam oleh publik. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey bahkan meminta agar pemerintah menunda dulu rencana menerbitkan Permen tersebut. alasannya yakni, hasil uji coba diet kantng plastik sejak dimulai pada 21 Februari 2016 lalu, belum menggambarkan kesuksesan secara nasional.

“Karena uji cobanya hanya diberlakukan di 23 kabupaten/kota dan terhadap toko-toko ritel yang menjadi anggota Aprindo saja. Padahal kantong plastik yang baru terurai 400 tahun itu banyak beredar di pasar-pasar rakyat. Sementara kantong plastik yang kami pakai sudah ramah lingkungan,” tutur Roy. (dod)

Berita Terkait