Perlu Partisipasi Masyarakat Cegah Filaria

Perlu Partisipasi Masyarakat Cegah Filaria

  Kamis, 17 December 2015 08:27
PELATIHAN: Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani (tujuh dari kanan) berfoto bersama kader kesehatan POPM filaria saat pelatihan di Kecamatan Rasau Jaya. istimewa

Berita Terkait

 
KUBU RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Berli Hamdani mengimbau masyarakat Kubu Raya untuk berpartisipasi aktif dalam membantu pemerintah  mengentaskan persoalan kasus penyakit kaki gajah atau filaria di daerah ini.

“Selama ini mungkin masih ada sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya sadar akan pentingnya minum obat pencegah massal filaria. Saya harapkan dengan adanya pelatihan kader kesehatan yang kami lakukan sejak awal Desember hingga 22 Desember mendatang di sembilan  kecamatan Kubu Raya  bisa mendongkrak kesadaran masyarakat  untuk membantu pemerintah menanggulangi kasus filaria di Kubu Raya,” kata Berli Hamdani saat menghadiri pembukaan Pelatihan Kader Kesehatan Pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filaria di Kecamatan Rasau Jaya, (17/12).
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Kecamatan Rasau Jaya pada 17 hingga 18 Desember itu merupakan program pelatihan kader kesehatan POPM yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kubu Raya bekerjasama dengan PT. Pertamina Persero dan PT. IQ Plus Candra Negara.
Kendati digelar dalam waktu singkat namun para warga yang mengikuti pelatihan tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan kader kesehatan POPM filaria. “Sebelumnya saya  kurang tahu apa itu penyakit kaki gajah. Dengan adanya pelatihan ini saya semakin paham tentang filaria dan bagaimana langkah awal yang bisa dilakukan untuk menanggulanginya,” kata kata Painah (40), salah satu satu peserta kader kesehatan filaria di Rasau Jaya.
Dengan meningkatnya pemahaman yang dimiliki, Painah mengaku akan semakin mudah memberikan penjelasan ke warga lainnya untuk lebih pro aktif dalam membantu pemerintah untuk mengatasi kasus filaria di Kubu Raya.
“Sesuai arahan dari Dinas Kesehatan saat pelatihan, kami para kader kesehatan ini tidak hanya sekedar belajar dan memahami apa  dan bagaimana cara menanggulangi  filaria, namun kami juga berkewajiban mengedukasi warga lainnya agar kedepan juga mengetahui apa itu dan bagaimana mengatasi filaria, termasuk melakukan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filaria,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andi Jap menyatakan saat ini terdapat lima daerah di Kalimantan Barat yang masuk endemis penyakit kaki gajah. Lima daerah tersebut yaitu Kabupaten Kubu Raya, Melawi, Sanggau, Ketapang dan Kayong Utara.
Menurutnya dari lima daerah itu Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah tertinggi endemis kaki gajah, lantaran hingga sekarang sudah ditemukan sebanyak 57 kasus kaki gajah di Kubu Raya.
Menurutnya, dalam proses pengobatan tersebut, penderita kaki gajah akan diberikan dua jenis obat yang bisa diperoleh disetiap Puskesmas dan pos-pos yang dibantu kader yang sudah dilatih untuk menjadi kader dalam melayani masyarakat untuk mengentaskan penyakit kaki gajah di Kalbar. (ash)

 

Berita Terkait