Perlindungan dan Risiko Kematian serta Kehilangan Sapi

Perlindungan dan Risiko Kematian serta Kehilangan Sapi

  Selasa, 24 May 2016 09:30
TERNAK SAPI: Peternakan sapi dibantu asuransi oleh pemerintah. Premi 80 persen, plus 20 persen dari petani. Memberikan perlindungan terhadap kematian dan kehilangan ternak. ISTIMEWA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Manfaat asuransi ternak untuk memberikan ketentraman, sehingga peternak dapat memusatkan perhatian pada pengelola usaha dengan baik. Selain itu, untuk pengalihan risiko dengan membayar premi yang relatif kecil, dapat memindahkan ketidakpastian resiko kerugian yang nilainya lebih besar.

Mustaan, Putussibau

ADA keberpihakan pemerintah terhadap para petani. Sesuai amanat Undang-undang No 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dn Pemberdayaan petani serta Undang-undang No. 6 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Peternak. 

Pemerintah pun sudah mengusulkan asuransi ternak dan pertanian. Untuk melindungi petani dari gagal panen akibat berbagai factor, salah satunya adalah bencana alam.

Dan itu juga di lakukan pemerintah kabupaten Kapuas Hulu. Pemda telah mengasuransikan usaha pertanian maupun peternakan petani di daerah ini. Usulan untuk kelompok ternak sapi ini sudah direspon positif pemerintah pusat. 

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Kapuas Hulu Maryatiningsih membenarkan usulan asuransi itu.

Dia mengatakan, tujuan asuransi ternak tersebut memberikan perlindungan atas resiko kematian sapi karena penyakit hewan beranak dan kecelakaan serta hilang karena kecurian. 

“Teknisnya dengan membagi resiko kerugian keuangan kepada pihak lain melalui skema pertanggungan asuransi berdasarkan syarat dan ketentuan perjanjian asuransi,” terang Maryatiningsih, Senin (23/5).

Maryati menjelaskan, manfaat asuransi ternak untuk memberikan ketentraman sehingga peternak dapat memusatkan perhatian pada pengelola usaha dengan baik. Selain itu, untuk pengalihan resiko dengan membayar premi yang relatif kecil peternak, dapat memindahkan ketidakpastian resiko kerugian yang nilainya lebih besar. Karena bisa saja terjadi resiko yang tak diinginkan oleh peternak.

“Asuransi ini memberikan jaminan perlindungan dari resiko kematian dan kehilangan sapi, sehingga dapat mengatasi kerugian usaha,” ulasnya. 

Jumlah sapi yang diasuransikan sebanyak 120.000 ekor. Dengan besaran premi asuransi diperkirakan 20 persen dari perkiraan harga sapi lokal sekitar Rp10 juta. Bantuan premi dari pemerintah melalui APBN senilai 80 persen, sisa premi swadaya 20 persen.

Ditambahkan, kriteria peternak peserta asuransi adalah peternak skala kecil yang sedia membayar premi swadaya sebesar 20 persen dari nilai premi. Kemudian peternak yang mendapatkan fasilitasi indukan pemerintah, peternak yang tergabung dalam SPR, peternak pembibitan atau pembiakan. 

“Intinya bersedia memelihara ternak dengan baik dan penuhi ketentuan polis asuransi,” ungkapnya.

Secara global asuransi tersebut diberikan kepada petani atau peternak apabila terjadinya bencana alam, serangan organisme pengganggu tanaman, wabah penyakit hewan menular dan dampak perubahan iklim dan jenis-jenis resiko lain yang diatur dengan Peraturan Menteri. Dengan adanya asuransi ternak ini diharapkan petani lebih tenang dan bisa mendukung program pemerintah. (*) 

Berita Terkait