Perkuat Sistem Presidensiil

Perkuat Sistem Presidensiil

  Selasa, 18 Oktober 2016 12:20
PEMAPARAN: Syarief Abdullah Alkadrie, anggota MPR-RI memberikan pemaparan dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat di Kartika Hotel Pontianak, kemarin. ANDRI JANUARDI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Negara yang menganut sistem presidensial, menempatkan presiden sebagai kepala negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Dengan demikian, presiden memiliki kedudukan yang kuat dalam menjalankan sistem permerintahan. Demikian ditegaskan Syarief Abdullah Alkadrie, anggota MPR-RI, saat menjadi pembicara dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat di Kartika Hotel Pontianak, kemarin.

Dalam pemaparannya, Abdullah mengungkapkan jika dalam realita kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, kedudukan presiden sangat dipengaruhi oleh perkembangan perpolitikan. Terutama, diakui legislator Partai Nasdem tersebut, melalui partai politik atau pun melalui lembaga DPR RI. Kondisinya, diakui dia, pascapemilihan umum dan pemilihan presiden, lembaga politik yang dijumpainya terpecah menjadi dua koalisi. “Artinya, jika presiden tidak memperhitungkan dinamika politik yang ada dalam keanggotaan DPR, maka dapat berakibat terjadinya kesenjangan antarpartai koalisi yang ada di DPR,” ungkapnya. 

Kondisi ini, diakui dia, mau tidak mau membuat presiden harus menempatkan perwakilan anggota partai koalisi dalam susunan kabinetnya. Di sisi lain, dia menambahkan, suatu susunan kabinet semestinya memiliki sumber daya manusia (SDM) yang dapat diandalkan di dalam menjalankan tugas presiden. Namun, tak dipungkiri dia juga, jika terdapat anggota kabinet yang memiliki SDM tidak memadai. Hal ini, menurut dia, terjadi akibat perhitungan politik yang menempatkan beberapa anggota parpol koalisi, untuk dimasukkan dalam jajaran kabinet. Menurutnya, apabila koalisi terdiri dari banyak parpol, tentu akan menempatkan setiap anggota mereka di dalam kabinet. “Jika tidak dilakukan penempatan, tentu partai politik akan keluar dari koalisi sehingga presiden akan semakin melemah,” kata dia.  

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga organisasi kepemudaan. Menghadirkan sejumlah narasumber, berlangsung santai dan diisi dengan sejumlah diskusi. (ote)

Berita Terkait