Perketat Masuk Unggas

Perketat Masuk Unggas

  Selasa, 29 March 2016 09:00
FLU BURUNG: Pedagang daging ayam menggelar dagangan mereka di Pasar Flamboyan, Pontianak. Isu flu burung tidak mempengaruhi penjualan daging ayam di Pontianak. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar terus memperketat pengawasan masuknya unggas ke Kalbar dari provinsi maupun negara lain. Tindakan itu untuk mengantisipasi penularan flu burung ke Kalbar. 

“Kami memperketat masuknya unggas dari luar Kalbar. Peternak juga sudah diwanti-wanti supaya memperketat bio sekuriti,” ujar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Abdul Manaf Mustafa, Senin (28/3).

Manaf mengatakan, tindakan bio sekuriti berupa penyemprotan kandang, kendaraan, dan memperketat keluar masuk orang ke kandang. Jika terdapat ayam yang mati, tak boleh dibuang sembarangan. Ayam mati itu harus dibakar atau dikubur. “Jika dibuang sembarangan, bahaya juga untuk manusia,” kata Manaf.

Manaf menuturkan, penularan flu burung tergantung dari perilaku masyarakat. Jika masyarakat menyelundupkan unggas dari provinsi maupun negara lain, berpotensi terjadi flu burung di provinsi ini. Seperti yang terjadi pada 2005 dan 2006. Ketika itu terjadi flu burung karena ada masyarakat yang memasukkan unggas secara diam-diam dari luar Kalbar. Ketika ayam-ayam mati, dibuang begitu saja di tempat pembuangan sampah. Sampah itu diangkut truk. Akhirnya terjadi penularan flu burung di beberapa titik pada jalur-jalur yang dilintasi truk.  

“Pada 2007 flu burung terkendali. Pada 2010 Kalbar mendapat sertifikat bebas flu burung,” katanya.

Manaf mengatakan anggaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar terbatas. Ia berharap peternak unggas skala besar bisa mengeluarkan dana sendiri untuk melakukan penyemprotan kandangnya. Bagi peternak kecil juga diharapkan bisa melakukan hal yang sama.

“Bio sekuriti dan vaksinasi ini penting dilakukan untuk pencegahan flu burung,” tutur Manaf. 

Hal senada disampaikan Ketua Harian Asosiasi Agribisnis Perunggasan (AAP) Kalimantan Barat, Suryaman. Dia meminta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota memperketat masuknya unggas-unggas dari luar Kalbar. 

“Ini untuk mengantisipasi isu flu burung atau avian influenza yang menyerang sejumlah wilayah di Indonesia,” ujarnya, Senin (28/3). 

Menurutnya imbauan asosiasi yang mewadahi para pengusaha dan peternak ayam di Kalbar sebenarnya cukup beralasan. Sebab, provinsi Kalimantan Barat sudah lama terbebas dari isu flu burung. Ayam-ayam lokal Kalbar sudah sehat dan cukup aman dikonsumsi masyarakat Kalbar. 

Maka dari itu, Pemerintah Daerah dengan Balai Karantina bersama Distanak diminta berhati-hati memberikan atau mengeluarkan izin rekomendasi unggas dari pulau Jawa dan daerah lain yang akan masuk ke Kalbar. ”Tujuannya tidak lain guna mengantisipasi flu burung masuk ke Kalbar,” ucapnya.

Tidak hanya rekomendasi soal ayam, tetapi unggas lain seperti burung dari Pulau Jawa juga harus diawasi ketat ketika masuk Kalbar. Pasalnya untuk berbagai unggas burung, ternyata tidak sedikit dan leluasa masuk ke Kalbar melalui kapal laut. Ada juga burung-burung tersebut sengaja didatangkan menjadi ajang tanding kontes berbagai perlombaan.

Terkait isu flu burung di luar Kalbar, ia meminta Pemerintah Daerah dengan Balai Karantina bersama Distanak sudah mengeluarkan peringatan siaga 1 untuk Kalbar. Masalahnya kabar dari pulau Jawa, beberapa titik bermuncul flu burung yang menghinggapi unggas ayam mereka.  Bukan tidak mungkin seandainya tidak diantisipasi cepat, flu burung bisa merebak ke Kalbar. ”Hal tersebut yang kita hindari,” tuturnya.

Selain mengawasi jalur resmi tempat masuknya, unggas-unggas luar ke Kalbar, aparat keamanan juga diminta mengawasi jalur tidak resmi. Ia percaya pemerintah mengetahui jalur-jalur tidak resmi yang sering menjadi hilir mudik unggas dari luar.

“Hanya sebagai langkah antisipasi saja. Kasihan peternak Kalbar, situasi berjualan sudah kondusif dan aman berjualan jangan sampai menjadi kacau hanya gara-gara flu burung dari luar Kalbar,” ungkap dia. (den) 

Berita Terkait