Perketat Jalur Keluar Masuk Penumpang

Perketat Jalur Keluar Masuk Penumpang

  Rabu, 29 June 2016 09:30
TUNGGU MUDIK: Calon pemudik menghabiskan waktu di bawah pohon dekat pangkalan taksi Bandara Supadio kemarin. Pemudik sudah mulai memadati bandara dan pelabuhan di Pontianak dengan tujuan luar pulau. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya B Pontianak memperketat pengawasan di beberapa titik rawan. Salah satunya Bandara Internasional Supadio Pontianak. “Kami akan perketat pengawasan, khususnya di bandara,” ujar Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya B Pontianak Dwiyono Widodo, kemarin.

Menurut Dwiyono, Pengetatan pengawasan ini dilakukan karena pada saat perayaan hari raya, menjadi jalur vital sekaligus menjadi salah satu jalur keluar masuk penumpang dan barang, baik dari maupun ke luar negeri. 

Untuk pengawasan di bandara, pihaknya telah menyiagakan petugas dan alat x-ray yang setiap saat bisa memantau laju calon penumpang dan barang bawaan khususnya bagi penumpang penerbangan luar negeri. “Di sana ada petugas kami standby dan dilengkapi dengan peralatan x-ray,” terangnya.

Selain pengawasan barang bawaan calon penumpang, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap uang tunai yang dibawa oleh penumpang khususnya penumpang pernerbangan internasional. Penumpang hanya boleh membawa uang tunai kurang dari Rp100 juta.  

Menurut Dwiyono, belum lama ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap penumpang warga negara Indonesia dari Kuching, Malaysia yang membawa uang tunai 10.000 Dolar Amerika atau jika dikurskan dalam rupiah senilai Rp150 juta. Maka, yang bersangkutan dikenakan pajak sebesar 10 persen. “Ya karena lebih dari jumlah yang ditentukan, maka yang bersangkutan dikenakan pajak sebesar Rp10 juta,” katanya.

Kata Dwiyono, bagi penumpang yang membawa uang tunai lebih dari Rp100 juta, sebaiknya melapor ke petugas Bea Cukai atau Bank Indonesia (BI). Namun, saat ini banyak penumpang yang membawa uang tunai dalam jumlah besar enggan melapor dan lebih suka menyembunyikannya. 

Hal sama dilakukan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak. Lembaga ini mensiagakan enam kapal untuk pengamanan angkutan lebaran. KSOP juga mengancam pemilik kapal tidak akan diizinkan berangkat membawa penumpang, jika tidak dilengkapi dengan left jaket dan rakit.

“Kami tidak akan memberikan izin berangkat apabila kapal itu tidak ada alat keselamatannya. Harus sesuai berapa penumpang  yang akan berangkat,” kata  Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, KSOP Pontianak, Miftakhul Hadi, Selasa (28/6).

Pengamanan perairan bukan hanya di Pelabuhan Dwikora Pontianak, tapi juga hingga ke alur luar perairan. Fokusnya ke Darmaga Rasau Jaya, hingga ke Teluk Batang, Kayong Utara. 

Untuk memastikan itu berjalan, setiap di Darmaga sudah dibentuk tim pemantau sebanyak 28 orang. Tim ini bertugas untuk memastikan kesiapan alat keselamatan bagi penumpang. Apabila tidak ditemukan, atau bahkan kurang seperti jumlah penumpang, maka tidak diizinkan berangkat. 

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalbar, Anthony Sebastian Runtu mengatakan untuk angkutan laut dan udara, prosedur keselamatannya sudah jelas sesuai SOP sangat tinggi dan sangat ketat.  Akan tetapi dia mengkhawatirkan angkutan darat dan sungai pedalaman.

“Nah jadi masalah angkutan darat dan angkutan sungai pedalaman. Karena apa, mereka bisa mengambil penumpang di jalanan begitu juga angkuta sungai. Ini yang tidak kita kehendaki,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Andi Jap, turun langsung mengecek kesiapan beberapa Posko Layanan Kesehatan Mudik Lebaran 2016, Selasa (28/6). Hal ini dilakukan untuk memastikan para pemudik selalu dalam keadaan sehat.

Salah satunya di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pontianak, Bandara Internasional Supadio Pontianak. “Memang di sini sudah ada tim kesehatan dari KKP yang selalu siap siaga, kami lakukan pengecekan lagu untuk menghadapi puncak arus mudik ke depan,” ujar Andi saat ditemui Pontianak Post di lokasi.

Selain di bandara, pemantauan kesiapan Posko Pelayanan Kesehatan juga dilakukan di beberapa titik seperti di pelabuhan laut, terminal dan di jalan-jalan raya. “Khusus di jalan raya, kami sudah siapkan posko di tempat-tempat strategis,” katanya. 

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pontianak, Sumarsinah menambahkan, di tiap posko, pertolongan pertama akan diberikan terhadap penumpang yang ditemukan mengalami gangguan kesehatan. “Untuk Pelabuhan Dwikora Pontianak penumpangnya memang agak ramai dan mereka menunggunya cukup lama, karena itu sangat penting keberadaan posko tersebut,” jelasnya. 

Menurutnya seluruh jajaran kesehatan di KKP sudah siap untuk pelayanan arus mudik lebaran 2016. Di Bandara Internasional Supadio Pontianak mulai H-7 hingga H+7, sedangkan di Pelabuhan Laut Dwikora H-20 hingga H+20.

Selain di bandara dan pelabuhan, KKP juga membuka layanan kesehatan di Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB). “Karena di semua perbatasan juga sudah ada Puskesmas, KKP khusus untuk orang-orang yang keluar masuk di wilayah Kalbar ini,” ujarnya. (bar/arf/gus) 

Berita Terkait