Perketat Barang Masuk dari Malaysia

Perketat Barang Masuk dari Malaysia

  Selasa, 29 March 2016 09:59
MOBIL JIRAN: Dua unit mobil asal Malaysia yang digunakan untuk menyeludupkan sabu-sabu dan peluru senjata api ke wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, dan kini diamankan di wilayah hukum Indonesia. MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

BADAU – Ditemukannya warga Malaysia yang berupaya memasukan peluru senjata api melalui Pos Lontas Batas Negara  (PLBN) Nanga Badau, beberapa waktu lalu menjadi perhatian banyak pihak. Karena tidak hanya peluru senjata api yang pernah lolos, jajaran Satuan Narkoba (Satnarkoba) Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu juga pernah menangkap narkoba jenis sabu-sabu, yang diduga dipasok dari Lubuk Antu, Malaysia, berikut mobilnya.

“Sebagai warga perbatasan, kami tidak ingin PLBN sebagai pintu masuk barang-barang ilegal. Keluar masuk barang melalui PLBN mesti diperketat,” pinta Suriadi, mahasiswa asal Badau pada harian ini, kemarin. Kenapa harus diperketat? Karena, dia menyoroti bagaimana petugas dari PLBN Malaysia tidak memperketat barang haram masuk Indonesia. Sementara, sebaliknya, pihak Jiran dinilai dia begitu memperketat barang-barang dari Indonesia masuk wilayah mereka.

Dia menyayangkan, petugas lintas batas Malaysia terkesan tidak terlalu memperhatikan barang-barang yang masuk dari Malaysia tujuan Indonesia, salah satunya Kapuas Hulu. “Waktu zaman penebangan kayu, Malaysia tidak pernah mempersoalkan kayu itu ilegal atau tidak? Asalkan menguntungkan mereka,” sindirnya.

Demikian juga dengan barang haram dari Malaysia yang masuk Indonesia, dia mempertanyakan bagaimana bisa tidak bisa terawasi, sehingga leluasa masuk ke negeri ini. Pernyataan Suriadi ini sangat beralasan. Dua pekan lalu petugas Bea Cukai PLBN Badau menangkap mobil Malasyia dengan nomor polisi QSU 6033. Kendaraan tersebut membawa 60 buah selongsong perulu senjata api jenis lantak. Padahal sebelumnya, kurang lebih sebulan, tepatnya Februari lalu, jajaran Satnarkoba Polres Kapuas Hulu berhasil mengamankan pemilik sabu-sabu dan mobil Malaysia yang dipasok dari Lubuk Antu.

“Saya kawatir Malaysia sengaja melegalkan barang-barang haram masuk ke wilayah Indonesia. Karenanya kami minta pengewasan di perbatasan mesti diperketat. Yang ketangkap sekarang baik bahan peledak berupa peluru senjata api, maupun narkoba jenis sabu dalam sekala kecil. Tetapi yang tak ketahuan dalam sekala besar, karenanya semua pihak di PLBN mesti memperketat pengawasan,” ungkapnya.

Indra Mustika Wiratama, kepala Bea Cukai Kantor Pratama Nanga Badau, berjanji akan memperketat pengawasan di PLBN Nanga Badau. Mereka akan meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait di PLBN, seperti pihak kepolian, Imigrasi, dan stakeholder terkait lainnya. “Kami akan meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait untuk memperketat pengawasan di PLBN Nanga Badau,” katanya, baru-baru ini.

Menurut Indra, sampai sekarang belum ada aktivitas keluar masuk barang tujuan ekspor maupun impor, yang mencolok melalui PLBN, selain ekspor minyak sawit mentah (CPO) yang saat ini juga belum lancar. Hal tersebut, menurut dia, tergantung kontrak atau perjanjian jual beli perusahaan.

“Kalau masih sekala kecil kami anggap itu perdagangan rakyat, seperti penjualan lada. Kalau skala besar memang belum ada ekspor lada,” ungkapnya. (aan)

Berita Terkait