Perjuangan Gadis Disabilitas Meraih Mimpi

Perjuangan Gadis Disabilitas Meraih Mimpi

  Selasa, 27 Oktober 2015 13:52
kapanlagi.com

”FILM ini sangat inspiratif. Kita ingin memberikan suguhan yang berbeda dari film biasanya,” ujar Hamdhani Koestoro, produser film ‘Sebuah Lagu untuk Tuhan’ saat press screening di XXI Epicentrum Jakarta Selatan, Senin (26/10).
Dalam pembuatan film tersebut, Film One Production menghadirkan kolaborasi artis muda Eriska Rein dengan Stefan William. Jika Eriska Rain berperan sebagai Angel, Stefan william berperan sebagai Gilang.
Keduanya berkolaborasi dalam memberikan suguhan yang menyentuh hati penonton. ”Sebelumnya saya sudah baca novelnya, dan kisah ini membuat saya terharu,” ujar Eriska Rein.
Eriska berperan sebagai perempuan disabilitas. Perjuangannya mengarungi kehidupan bermasyarakat membuat dirinya harus bekerja ekstra untuk membuktikan bahwa ia mampu melewati segala kekurangan yang dihadapinya itu. ”Dan itu salah satu alasannya. Saya mau menerima film ini, karena dia (Angel, Red) seorang perempuan yang gigih,” jelasnya.
Perjuanganya itu pun mendapati simpati Gilang. Gilang adalah seorang musisi yang mengalami kehidupan pahit dimana orang tuanya terjerat kasus korupsi. Dia memilih dan menghindar dari kehidupan glamor dan memilih menenangkan diri.
Dalam kesendirinya ini, Gilang menemukan sosok perempuan yang mampu memberikan inspirasi untuk berkarya. ”Beban sih ada karena di sini saya tidak hanya acting, tetapi harus nyanyi juga,” jelas Stefan William.
Sayangnya, kebahagian yang ditemukan Angel dan Gilang tidak berakhir mulus. Tidak hanya kehadiran Nina Zatulini  yang juga mencintai Gilang. Namun di salah satu sisi, Angel harus mendapati dirinya tidak bisa menikmati hidup panjang setelah divonis kanker. ”Ini pertama kali juga saya bermain dengan Stevan, tetapi sangat seru,” paparnya.
Film ini semakin menguras air mata dengan kehadiran sejumlah artis muda lain yang berperan sebagai sahabat dan kawan Angel dalam menempuh pendidikan di sekolah. Mereka di antaranya Nina Zatulini, Gigi Chibi, dan Adila fitri.
Mereka memiliki peran yang berbeda yang menjadikan film tersebut sangat dramatis dan menyentuh hati. ”Tetapi kita tidak ingin film ini sebagai hiburan semata, tetapi kita ingin menjadikan film ini sebagai pesan sosial, bahwa pemerintah harus lebih fokus untuk memberikan pendidikan bagi disabilitas khususnya tuli,” lanjut Hamdhani.
Film yang rencananya di putar pada akhir Oktober ini menghadirkan sejumlah artis senior. Mereka adalah Dewi Yull, gitaris grup musik Padi, piyu dan Tengku Firmansyah. Dewi Yull berperan sebagai ibu dari Angel.
Sementara Piyu dan Teuku Firmansyah menjadi guru. Lewat sentuhan cinta, Angel pun akhirnya bisa bertahan hidup dan membuat sebuah karya akan perjalananya sebagai kaum disabilitas. (ash)