Perjuangan Beny Thanhery Wujudkan Kampung Kreatif

Perjuangan Beny Thanhery Wujudkan Kampung Kreatif

  Rabu, 11 November 2015 08:19
RELAWAN: Para relawan sedang membersihkan parit di Kampung Tambelan Sampit. MIRZA AHMAD MUIN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Beny Thanhery bermimpi menjadikan Kelurahan Tambelan Sampit, Pontianak Timur sebagai kampung kreatif. Kreatif sendiri adalah kependekan keren, ramah, asik, produktif. Berbagai program dilakukan, mulai dari membersihkan parit hingga menghijaukan kawasan kumuh.MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

Berdirinya Komunitas Senyum Kapuas merupakan titik awal bagi Beny, sapaan akrabnya, mendapat ide untuk membuat satu kampung kreatif di satu kawasan Kota Pontianak. Sebelumnya di komunitas tersebut, ia dan relawan konsen terhadap masalah sampah di parit dan sungai. Kerja keras mereka selama ini mendatangkan hasil. Dari membersihkan sampah di satu parit hingga di sepanjang Sungai Kapuas pernah dilakukannya.

Apa yang mereka lakukan ternyata tak bertepuk sebelah tangan. Komentar positif bercucuran dari pemerintah maupun masyarakat. Dari satu tindakan kecil itu, ia lantas berpikir untuk membuat satu kawasan kreatif. Nantinya kawasan itu akan ditata menjadi tempat yang keren, ramah, asik dan produktif.“Itu awal mula ide kampung kreatif. Keren, ramah, asik dan produktif adalah akronim dari kata kreatif,” kata Beni, koordinator Kampung Tambelan kreatif, kepada Pontianak Post, kemarin.

Pria lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura itu menuturkan, terpilihnya kawasan Kelurahan Tambelan Sampit, Pontianak Timur berawal ketika dirinya melihat sendiri  kawasan Tambelan yang belum tertata. Padahal jika dikelola dengan baik bukan tidak mungkin kampung tersebut akan menjadi lebih baik.Niat baik itu ternyata direspon oleh warga. Meskipun baru satu RT dan RW, tetapi ke depan ia berkeyakinan bahwa Kelurahan Tembalan Sampit akan bisa menjadi satu kawasan kampung kreatif.

“Ada potensi wisata air di Tambelan. Selain itu budaya dan sejarahnya tak kalah menarik. Apabila dikelola dengan baik banyak dampak positifnya. Makanya kami mendorong kampung kreatif dengan melibatkan masyarakat setempat untuk mewujudkannya,” ungkap pria kurus tinggi itu.Untuk membangun kampong tersebut Beny tak sendiri. Beny melibatkan relawan-relawan dari berbagai komunitas untuk mengisi satu kampung itu menjadi kreatif. Ia mengungkapkan Pontianak menjadi salah satu tempat yang memiliki komunitas terbesar di Indonesia. Maka dari itu sambungnya, ia mempersilahkan beragam komunitas untuk masuk ke kampung Tambelan agar semakin keren.

Ia mencontohkan, misalnya komunitas senyum Kapuas dapat mengajak masyarakat kampung Tambelan membersihkan parit, selokan dan sungai agar bersih. Nanti akan diberi contoh dengan menampilkan gambar-gambar sungai bersih di wilayah Eropa dengan tujuan agar kampung tersebut dapat menyamainya. “Kita ajak masyarakat setempat. Jika tiap orang dapat menjaga pasti saya yakin parit dan sungai dapat bersih,” ajaknya.

Bantuan datang pula dari Komunitas Oksigen Khatulistiwa. Di sana mereka memberikan dukungan untuk penghijauan kampung. Salah satunya dengan membuat kawasan hijau berbasis kreatif. Dalam waktu dekat ini, tiap dua minggu sekali kampung itu akan kita beri tema. “Untuk pertama nanti, temanya dream berbentuk taman visual. Kita juga ada program yok bekubang. Kita mengajak masyarakat untuk melestarikan parit. Alhamdulilah masyarakat merespon ini,” kata anak dari Amirsah dan Marfuah itu.

Dengan melakukan itu, lanjut dia, harapannya masyarakat dapat menjaga semuanya. Di sini relawan hanya jadi pemicu untuk menggerakkan masyarakat. Ia mencoba satukan itu. Ketika kreatif ini berjalan maka akan lebih menarik. Pemerintah juga mendukung kegiatan ini.Harapannya kampung kreatif Tambelan dapat ramai dikunjungi masyarakat baik dari dalam Pontianak maupun wisatawan luar. Seperti Taman Alun Kapuas dan Tugu Digulis, nanti ada satu tempat baru yang dapat dikunjungi wisatawan jika datang ke Pontianak.Program sosial ini berbasis relawan. Satu visi misi dengan banyak komunitas dapat membuat satu kampung kreatif menjadi nyata. “Saya yakin ini akan terwujud,” ucap pria kelahiran Anjungan, 30 tahun silam itu. (*)

 

Berita Terkait