Perjalanan Singapore Airlines Membangun Pelayanan Terbaik

Perjalanan Singapore Airlines Membangun Pelayanan Terbaik

  Minggu, 21 Agustus 2016 10:24   1

Dalam dunia penerbangan internasional, nama Singapore Airlines bukanlah nama yang baru. Maskapai nasional milik Singapura ini sebenarnya telah mengawali karier penerbangannya bahkan setelah Perang Dunia II usai. Pada 1 Mei 1947, maskapai ini memulai debut penerbangannya dengan nama Malayan Airways Ltd. Dengan rute Kuala Lumpur, Ipoh, dan Penang di Malaysia.

Usai Perang Dunia II, armada Singapore Airlines—yang saat itu masih bernama Malayan Airways Ltd. Semakin bertambah dengan dimasukkannya pesawat DC-3 ke dalam jajarannya. Namun, pada 1963, Federasi Pemerintahan Malaysia terbentuk dan nama maskapai pun diubah menjadi Malaysian Airways. Kemudian, selang 2 tahun setelahnya, pada 1965, Singapura berpisah dari federasi sehingga pada 1966 kedua pemerintahan menghitung perolehan saham. Akhirnya, pada 1966, nama perusahaan pun diubah menjadi Malaysia-Singapore Airlines.

Setelah penggantian nama tersebut, rute perjalanan pun ditambah hingga ke Taiwan, Jepang, dan Australia. MSA berusaha meningkatkan standar pelayanan, bahkan mencoba mengekspansi Benua Eropa. MSA (Malaysia-Singapore Airlines) berusaha menjadi penghubung di udara bagi para penumpang Eropa yang ingin singgah ke Asia Tenggara. Namun, tidak berjalan cukup lama, pada 1972, terjadi perselisihan dalam tubuh MSA. Pihak Malaysia lebih menginginkan mengembangkan industri di penerbangan domestik, sementara Singapura yang sejak awal sudah bertekad mengekspansi Eropa lebih menginginkan memperluas jalur internasional. Singapura menginginkan maskapainya menjadi alat investasi sekaligus alat pendukung Singapura untuk menjadi pusat perdagangan dan komunikasi di wilayah Asia Tenggara.

Akhirnya, pada Oktober 1972, perdebatan berujung kepada kesepakata untuk memecah MSA menjadi 2 maskapai baru, yaitu Malaysia Airlines System (MAS) dan Singapore Airlines. Dalam kesepakatan uang dibuat, semua pesawat Boeing dan seluruh rute dari dan menuju Singapura diberikan kepada Singapore Airlines. Setelah pemisahan tersebut, Singapore Airlines terus maju dengan memenangkan berbagai penghargaan di berbagai rute internasional. Hasilnya, tidak sampai 10 tahun kemudian, pada 1981, Singapore Airlines mencatatkan 70% penjualan tiket yang terjadi di luar Singapura. Hal ini secara tidak langsung merupakan pertanda baik bahwa Singapore Airlines memang telah diterima oleh masyarakat dunia dan diakui mampu melayani berbagai rute internasional. 

Salah satu bentuk promosi yang dilakukan oleh Singapore Airlines adalah “menjual” para pramugarinya yang sering disebut sebagai Singapore Girls. Singapore Girls menjadi garda terdepan dalam menunjukkan pelayanan yang berkualitas dari Singapore Airlines. Sejak awal, sebelum berpisah dari MSA dan mengganti nama menjadi Singapore Airlines, para pramugarinya memang sudah mengenakan balutan kebaya cantik yang modern. Singapore Girls dituntut untuk dapat melayani dengan baik, bahkan sampai cara berpakaian, cara bersikap, dan gerak-gerik tubuh dalam melayani penumpang semuanya sudah diatur oleh Singapore Airlines. 

Setiap pramugari dilatih untuk dapat memberikan kesan peduli, hangat, lembut, elegan, dan tenang. Slogan “A Great Way to Fly” pun tidak hanya menjadi slogan tertulis, tetapi memang benar-benar dirasakan oleh para penumpangnya. Singapore Girls telah menjadi salah satu aspek pembangun branding Singapore Airlines sebagai maskapai yang selalu mengedepankan pelayanan. Singapore Girl menjadi ciri khas perempuan Asia yang melayani dengan karakter kepribadian yang baik.

Dalam perkembangannya, pada 1970-an, Singapore Airlines menghadirkan pesawat Boeing 747 dalam armadanya. Berikutnya, pada 1980-an, jaringan rute internasional Singapore Airlines pun ditambah ke Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa. Karier penerbangannya semakin baik saat pada 2004 Singapore Airlines memulai perjalanan langsung dari Singapura ke Los Angeles dan New York. Kemudian, pada 2006, maskapai ini mempromosikan dirinya sebagai pengguna pertama pesawat Airbus A380 yang digunakan untuk penerbangan ke Singapura, London, dan Sidney.

Kini, tiket Singapore Airlines bisa dengan mudah didapat. Sebagai layanan ke penumpang, kini Singapore Airlines  telah bekerjasama dengan Traveloka. Cek harga tiket hingga informasi Singapore Airlines bisa didapat disini. 

Pelayanan memang menjadi kunci utama dalam semua bisnis jasa, khususnya transportasi. Singapore Girl telah menjadi ikon perusahaan sekaligus ikon pelayanan maskapai berkualitas. Membangun image tersebut tidaklah mudah dan Singapore Airlines berhasil menjadikannya senjata utama melawan gempuran maskapai dengan low-cost carrier.​