Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW , Ratusan Jemaah Penuhi Surau Nurul Ikhwan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW , Ratusan Jemaah Penuhi Surau Nurul Ikhwan

  Senin, 25 January 2016 08:48
PADAT: Ratusan jemaah memenuhi Surau Nurul Ikhwan memeringati Maulid Nabi.WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SUNGAI PINYUH- Ratusan jemaah masyarakat muslim di Kecamatan Sungai Pinyuh menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan pengurus Surau Nurul Ikhwan, Sabtu (23/1) malam di Jalan Pendidikan Sungai Pinyuh. Peringatan diisi dengan tausiyah agama oleh Pimpinan Ponpes Darussalam Sengkubang, KH Tusirana Rasyid. Pada perayaan tersebut, panitia sebelumnya telah melaksanakan berbagai rangkaian acara lomba mulai dari lomba membaca ayat suci alquran, lomba adzan anak-anak dan lomba shalawat yang diikuti kaum ibu.

“Terimakasih kepada panitia dan pengurus Surau Nurul Ikhwan yang sangat aktif dalam melaksanakan kegiatan keagamaan dilingkungan masyarakat. Walau hanya surau, tetapi kegiatan agamanya sangat aktif,” puji Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal dalam sambutannya. Dalam kesempatan itu, Syamsul Rizal mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa mengasah dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Terlebih pada momentum peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang sedang dilaksanakan.

“Mari jadikan momentum ini sebagai wadah untuk intropeksi diri. Segala kekurangan dan kesalahan yang telah dilakukan, hendaknya dapat diperbaiki dan tidak diulangi dimasa mendatang. Rasulullah telah mencontohkan tatacara kehidupan yang baik dan benar. Maka, sebagai umatnya kita wajib menjadikan beliau sebagai suri tauladan dan pedoman

dalam kehidupan didunia,” pendapatnya.

Sementara itu, KH Tusirana Rasyid dalam tausiyahnya menceritakan perjalanan panjang Rasullullah dalam mensyiarkan agama Allah. Butuh proses yang panjang dan perjuangan yang keras sehingga agama Islam semakin berkembang disegala penjuru dunia ini.“Setelah mendapatkan wahyu dari Allah SWT, maka pertama kali yang diajarkan Rasullullah yakni tauhid atau keyakinan kepada Allah. Kemudian, 11 berikutnya barulah nabi mendapat perintah shalat sebagai penyempurnaan dari keyakinan itu,” terang Tusirana. Pria yang juga Ketua MUI Kabupaten Mempawah ini melanjutkan,

Rasullullah diutus Allah pada zaman kegelapan iman. Sebab, pada masa itu umat manusia hanya mengenal dan menyembah berhala. Mereka sangat menakuti dan mengagungkan barhala yang dibuat sendiri dari batu atau kayu.“Untuk mengubah keimanan manusia itu sehingga tak heran jika Rasullullah mendapatkan perlawanan yang dahsyat dari para penyembah berhala tersebut. Hingga akhirnya Rasullullah memutuskan untuk berhijrah ke Madinah. Bukannya takut, melainkan strategi dakwah hingga Islam pun semakin berkembang dan banyak pengikutnya,” paparnya. Seiring waktu, imbuh Tusirana, agama Islam meraih kejayaannya dan berhasil mengalahkan seluruh musuh-musuh. Semua peninggalan pada masa jahiliyah seperti berhala-berhala dimusnahkan dan dibersihkan dari masyarakat.

“Pada zaman sekarang mamang sudah tidak ada lagi berhala seperti yang disembah orang terdahulu. Namun, berhala yang ada dalam bentuk kelalaian manusia. Manusia sering terpesona kepada pekerjaan, duit, pangkat dan jabatan. Sehingga terhadap kewajiban kepada Allah SWT. Meninggalkan shalat karena kesibukan kerja dan rutinitas dunialainnya,” ucapnya. Untuk itu, Tusirana menyerukan kepada seluruh umat muslim yang hadir dalam peringatan mauliad Nabi di Surau Nurul Ikhwan Sungai Pinyuh agar

senantiasa memupuk keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Sebab, keimanan dan ketaqwaan menjadi modal penting dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.“Allah yang menghidupkan dan Allah pula yang akan mematikan manusia. Makanya kita harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadap Allah. Tingkatkan keimanan dan ketaqwaan melalui ibadah-ibadah yang telah diajarkan Rasullullah sebagaimana diwariskan dalam alquran dan hadist,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait