Peringatan 1 Muharam di Sambas, Dari Makan Bersama hingga Pawai

Peringatan 1 Muharam di Sambas, Dari Makan Bersama hingga Pawai

  Minggu, 2 Oktober 2016 10:46
PAWAI BUDAYA: Wakil Bupati Ketapang Drs H Suprapto S melepas pawai budaya mengawali peringatan menyambut 1 Suro 1950 bertepatan dengan 1 Muharram 1438 H yang digelar Paguyuban Jawa di Kota Ketapang, Jumat (30/9). HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAMBAS – Warga Sambas menyambut Tahun Baru 1438 Hijriah dengan tak hanya melaksanakan pawai taaruf, tapi juga makan bersama dengan keluarga besar. Suhendri misalnya, warga Kecamatan Sejangkung ini dalam menyambut tahun baru umat Islam tersebut menggelar makan bersama dengan keluarga besarnya. 

"Seperti menyambut hari raya, keluarga akan kumpul. Jadi kita masak untuk dimakan bersama di hari pertama Tahun Baru Hijriah atau 1 Muharam," kata Suhendri. Lontong dan aneka lauk selalu dipersiapkan mereka saat makan bersama keluarga besar. "Kita masak lontong dan lauknya," katanya. 

Sementara itu, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Tebas menggelar pawai taaruf, Sabtu (1/10). Sekitar seribuan lebih warga turun ke jalan dalam kegiatan tersebut. Berbagai kreativitas ditampilkan peserta, dengan mengusung nuansa islami. Hal tersebut pun mengundang ketertarikan warga, sehingga sepanjang rute yang dilalui selalu disesaki warga yang menonton. 

Kepala Kecamatan (Camat) Tebas, Sugiarto, memandang momentum pergantian tahun hijriah ini sebagai saat yang berarti, terutama untuk seluruh muslim. "Datangnya tahun baru Islam perlu menjadi renungan bagi kita, agar di tahun yang baru kita semuanya menjadi lebih baik," kata Sugiarto saat melepas peserta pawai yang dipusatkan di Mesjid Al Manar Tebas. 

Dalam kesempatan tersebut, Sugiarto mengajak warga muslim di kecamatan yang dipimpinnya, menjadikan pergantian tahun sebagai ajang introspeksi diri. "Mari kita maknai pergantian tahun untuk semakin meningkatkan berbagai hal positif. Hadapi tahun 1438 H dengan hati yang bersih dan ikhlas. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban dengan saling menjaga dan menghormati," ajaknya. 

Ramainya peserta pawai sontak membuat arus lalu lintas menjadi padat. Petugas kepolisian pun diturunkan agar lalu lintas menjadi lancar. Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tebas, AKP Supriyadi, mengatakan sejumlah personel diterjunkan saat pelaksanaan pawai tersebut. "Untuk kelancaran lalu lintas, sejumlah personel diturunkan untuk mengatur lalu lintas," katanya. 

Supriyadi menyebutkan sejak dimulai hingga berakhirnya kegiatan pawai, seluruhnya berjalan lancar. "Kegiatan dari awal hingga berakhir,  berlangsung aman dan lancar," katanya.

Pawai Budaya di Ketapang

Wakil Bupati (Wabup) Drs Suprapto S atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ketapang, menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan tersebut, menurut dia, tidak hanya mempererat tali silaturahmi sesama warga Jawa, tapi dapat membaur dengan masyarakat dari suku-suku lainnya di Kabupaten Ketapang. 

"Dengan kebersamaan mari kita isi pembangunan di Ketapang ini," pinta Wabup.

Diingatkan dia, warga Jawa yang tersebar dan berdiam di Kabupaten Ketapang, mempunyai tanggung jawab yang sama dengan masyarakat lainnya. Dia mengajak mereka membantu pemerintah baik urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Termasuk, dikatakan dia, bagaimana mereka bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian Ketapang yang kodusif. “Kita harus bangga, sebab selama ini Kabupaten Ketapang salah satu kabupaten yang paling aman. Belum ada persoalan yang menyangkut gangguan keamanan ketertiban,” aku Wabup. 

Mantan birokrat senior tersebut mengajak masyarakat Jawa untuk bersama-sama membangun Ketapang, serta memajukan kabupaten ini sebagaimana visi dan misi dia bersama Bupati. Warga Jawa, menurut dia, harus dapat memberikan kontribusi positif dalam rangka pembngunan. "Jangan cari duit di Ketapang, bangunnya di Jawa, sebab tanggung jawab moral kita lebih banyak di Ketapang,” gugah Suprapto yang sudah 36 tahun hidup di Ketapang tersebut.

Pawai budaya tersebut diikuti sebanyak 56 mobil. Kendaraan-kendaraan tersebut dihiasi kekayaan alam Ketapang  berupa tetumbuhan yang mendatangkan rezeki, serta diisi atraksi kesenian di dalamnya, yang diikuti beberapa komunitas sepeda ontel dan motor. (fah/afi)

Berita Terkait