Perhatikan! Daging Kurban Dibikin Jadi Sate Jangan Terlalu Gosong

Perhatikan! Daging Kurban Dibikin Jadi Sate Jangan Terlalu Gosong

  Minggu, 11 September 2016 20:00

Berita Terkait

Di hari raya Iduladha, masyarakat kerap mendapatkan daging kurban. Lantas daging itu disantap yang diolah dengan berbagai macam masakan. Diantara kebiasaan masyarakat terhadap daging kurban itu mengolahnya menjadi sate, gulai, kari hingga sop.

Pakar Teknologi Pangan Institut Teknologi Bandung (ITB) Nur Mahmudi Ismail memberi catatan penting bagi masyarakat saat menyantap hewan kurban dengan diolah menjadi sate.

Menurutnya, daging sate dibakar jika terlalu gosong, maka dapat memicu timbulnya penyakit kanker. Kenapa demikian, karena sate sangat umum dipakai orang-orang yang mengolah daging kurban. Teknik pemasakannya juga paling gampang.

"Namun ada batasan yang harus diperhatikan yaitu daging protein hewani kalau dibakar sampai gosong akan menimbulkan karsinogenik pemicu kanker,” kata mantan Wali Kota Depok ini, Minggu (11/9).

Selain itu, kandungan nitrosamin yang ditimbulkan dari pembakaran sate dapat menjadi komponen atau mensimbulasi terbentuknya sel kanker pada tubuh.

Belajar dari negara maju, saat membakar daging dibagi menjadi tiga kategori tingkat kematangan seperti rare, medium, dan welldone.

“Nitrosamin itu komponen yang dibakar bentuknya gosong jadi karbon atau arang, bisa stimulasi terbentuknya kanker pada tubuh. Kalau di negara maju yang mengonsumsi daging, mereka miliki derajat kematangan saat memasak,” katanya.

Dijelaskannya, rare yaitu memasak daging hanya sekedar dipanaskan dan mematikan patogen di permukaan. Medium merupakan proses pematangan. Welldone adalah matang.

“Ada yang kematangan gosong. Itu enggak boleh bakar sate sampai gosong. Itu penyebab kanker berlaku umum terhadap daging apakah ayam ataupun kambing,” jelasnya.

Maka sebaiknya jika ingin menghindari penyakit dan aman dikonsumsi, hewan kurban baik diolah menjadi sop. Nur Mahmudi tidak menyarankan bagi penderita kolesterol untuk menyantap daging kurban yang diolah menjadi gulai.

Gulai kecenderungannya ditambah santan. Bukan dagingnya saja, tambahan santannya supaya jangan terlalu kental santannya. Sebab Ada lemak yang kurang bagus.

"Hindari masak dengan gulai. Yang direkomendasikan untuk memasak, yang bagus dibuat sop karena airnya bening sehingga lemaknya larut,” tegasnya. (cr1/JPG)

Berita Terkait