Perempuan Sanggau Harus Berani Tampil Didepan

Perempuan Sanggau Harus Berani Tampil Didepan

  Kamis, 21 April 2016 09:16
KADER KARTINI: Arita Apolina Paolus Hadi S.Pd, M.Si, Yohana Kusbariah Yohanes Ontot dan Agata Agnes Leysandri S.Pd bertekad terus membangun kartini-kartini Kabupaten Sanggau menjadi lebih baik.

Berita Terkait

EMANSIPASI yang digagas R.A Kartini telah membuka peluang bagi kaum perempuan di Indonesia termasuk di Kabupaten Sanggau. Guna menyukseskan pembangunan daerah, peran serta kaum perempuan sangat dibutuhkan. Perannya kini telah mulai disejajarkan dengan kaum pria. 

Tokoh Perempuan Sanggau, Arita Apolina S.Pd, M.Si yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Sanggau melihat situasi ini telah memunculkan banyak kartini-kartini Sanggau menciptakan prestasi yang luar biasa. Tentu tidak muncul begitu saja, melainkan atas inspirasi R.A. Kartini. 

Sosok perempuan yang juga sebagai istri Bupati Sanggau, Paolus Hadi ini menyebutkan bahwa emansipasi telah melahirkan sisi positif dari kaum perempuan diberbagai bidang kehidupan. Dia mencontohkan dalam bidang politik, tokoh-tokoh politik nasional dari semua daerah di Indonesia telah bermunculan. Begitu juga dengan bidang kehidupan yang lain. 

Jika dulu, kata dia, hampir semua lini dikuasai kaum pria, tentu saat ini tidak lagi demikian. Kaum wanita sudah menunjukkan potensi dan kemampuannya dalam membangun bangsa dan negara ini menjadi lebih baik. Sejumlah posisi strategis di pemerintahan, partai politik, bahkan dalam dunia usaha dan bisnis sekalipun perempuan sudah berani tampil paling depan. 

Kontribusi ini, lanjut dia, tidak dapat dipungkiri. Ditambah lagi sejumlah prestasi tertinggi bangsa juga disumbangkan oleh para kartini bangsa ini. Dengan begitu, secara otomatis kaum perempuan telah tumbuh menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. 

Menurut Arita, meski sudah tumbuh menjadi manusia berkualitas, kaum perempuan tetap harus berupaya agar kualitas sumber daya manusia baik secara individu maupun organisasi masih harus tetap diperjuangkan. 

“Kaum perempuan masih harus banyak peduli dengan diri mereka sendiri. Terutama soal sumber daya manusia yang masih harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Emansipasi juga harus menjadikan perempuan lebih bijak dalam kehidupan sehari-hari baik dalam hak dan kewajiban. Emansipasi juga bukan berarti bahwa para kartini melupakan kodratnya sebagai perempuan yang harus mendidik dan membesarkan anak-anaknya. 

Era Kartini dulu, pengaruh terhadap kreativitas generasi muda jauh berbeda dengan sekarang. “Kalau dulu bagaimana kita dihadapkan kepada proses emansipasi wanita dengan satu tujuan yaitu terlepas dari belenggu penjajahan dan memperoleh kemerdekaan. Sekarang banyak persoalan di masyarakat yang memerlukan peran aktif kaum wanita seperti melibatkan diri dalam organisasi wanita, menjadi kader pemberdayaan masyarakat dan kader dalam PKK,” jelasnya.

Menurut dia, yang paling penting saat ini adalah kaum wanita turut serta memerangi penyalahgunaan narkoba dan mencegah pergaulan bebas dan kenakalan remaja. “Mari kita ikuti rekam jejak RA Kartini yang santun lembut rendah hati namun tegas dalam mengambil keputusan dan teguh dalam pendirian,” tegasnya.**

Narasi : Sugeng Gondrong

Foto-foto : Humpro Sanggau

KOMPAK: Ketiganya selalu tampil kompak untuk mendukung berbagai kegiatan para kartini di Kabupaten Sanggau.

 

PKK: Rapat Kerja TP PKK Kabupaten Sanggau.

 

 

SEMINAR: Menghibur para kartini bersama Soraya Jasmin Haque dalam acara seminar kecantikan di Sanggau.

 

APRESIASI: Arita terus mengapresiasi setiap kartini Sanggau yang berprestasi.

 

 

KEBERSAMAAN: Foto bersama usai kegiatan seminar kecantikan.

 

 

Berita Terkait