Perempuan di Atas Ring

Perempuan di Atas Ring

  Minggu, 17 April 2016 10:35
LATIHAN : Yesica (tengah) sedang berlatih bersama beberapa atlet tinju lainnya di sasana Pengprov Pertina Kalbar.

Berita Terkait

Daud Jordan merupakan petinju asal Kalbar yang sudah malang melintang di atas ring. Prestasinya tak diragukan lagi dalam membawa harus nama bangsa Indonesia. Begitu pula dengan Iwan Zoda, yang mulai mengikuti jejak langkah seniornya itu. Bahkan belum lama ini, Iwan Zoda asal Kayong Utara, Kalbar ini baru saja merebut gelar juara dunia IBF Youth kelas Terbang.  
Umumnya, dunia tinju memang diperankan oleh pria. Tetapi saat ini, beberapa wanita Kalbar pun mulai melirik olahraga yang ekstream ini. Beragam alasan karenanya, mulai dari hobi, hingga untuk kesehatan. Seperti beberapa wanita yang For Her temui. Mereka merasa tertantang untuk menakhlukkan olahraga ini, bahkan satu diantaranya lolos untuk kejuaran PON mendatang. 

Oleh : Marsita Riandini

Mengenakan kostum olahraga dan dilengkapi dengan sarung tinjunya, Yesica (18 tahun) tampak begitu asyik latihan di sasana Pengprov Pertina Kalbar, Komplek Stadion SSA Pontianak. Yesica saat ini menjadi satu-satunya petinju putri asal Kota Pontianak. Meskipun terhitung baru bergabung, tetapi dara berambut pendek ini sudah menuai beberapa prestasi. 

Ketertarikannya dengan dunia tinju sejak duduk dikelas 3 SD. Sang ayah, Azan. Ar memberikan dukungan penuh terhadap minat anak ke delapan dari delapan bersaudara ini. Yesica banyak belajar tentang dunia tinju dari ayahnya yang juga mantan atlet tinju. “ Sejak kecil itu bapak sudah mengajarkan cara jadi seorang petinju, serta gaya petinju. Ternyata semakin lama semakin tertarik. Bahkan sering nanya sama bapak, dimana saya bisa menyalurkan bakat, tetapi masa itu belum ada,” ucap dia yang bercita-cita menjadi Kowad ini. 

Duduk di bangku SMA, Yesica tumbuh menjadi gadis yang tomboy. Teman-temannya pun kebanyakan laki-laki.   Kemauannya untuk menjadi seorang petinju ternyata semakin kuat. Ia terus mencari informasi tempat latihan tinju. “Nanya ke teman dimana bisa latihan tinju. Dia pun menyarankan saya ke GOR. Ternyata saya menemukan jawabannya. Langsung bertemu dengan pelatihnya,” jelas dia yang langsung daftar dan langsung di tes. 

Melihat gaya bertinju Yesica yang sudah pas, dia pun diikutsertakan dalam lomba tingkat provinsi. Tak banyak waktu untuknya berlatih, tetapi dia berhasil memboyong emas pulang. “Setelah itu saya ikut serta di kejuaraan tinju yang berlangsung di Makasar. Ternyata berhasil meraih perunggu,” terangnya yang saat itu melawat atlet dari Sumatera Barat. 

Setiap harinya, dia berusaha latihan keras untuk menjadi seorang juara. Berbagai latihan seperti lari ratusan kilometer tak luput dilaluinya, bahkan olahraga angkat beban menjadi olahraga yang digemarinya. “Kalau angkat beban saya suka. Biasanya yang 10 kilo tetapi kadang juga yang 20 kilo. Push up bisa 150 kali, dan sit up bisa 200 kali,” jelas wanita yang tinggi 158 dan berat 48 kilogram ini.  

Beragam respon yang diterima alumni SMA N 2 Pontianak ini. Ada yang bangga, salut, tetapi banyak pula yang merasa khawatir dengan keputusannya menjadi seorang atlet, termasuk sang ibu. “Dulu ibu saya kurang mendukung. Khawatir olahraga ini keras, takut kenapa-kenapa dengan saya. Tetapi setelah melihat keberhasilan saya mendapat medali, sekarang ibu mendukung. Apalagi sejauh ini memang tidak pernah ada masalah, baik cedera berat maupun cedera ringan,” kata dia yang menambahkan banyak pula yang khawatir mukanya rusak. 

Yesica berharap, kedepannya dia bisa menjadi petinju profesional mengikuti jejak Daud Jordan, dan Iwan Zoda yang banyak menuai prestasi . “Saya juga ngefans berat dengan Manny Pacquiao. Sebab cara bertinjunya saya suka, dan pengen seperti dia juga,” pungkasnya. **

 

Berita Terkait