Peremajaan Lapas Sangat Mendesak

Peremajaan Lapas Sangat Mendesak

  Selasa, 3 May 2016 10:35
PERLU PEREMAJAAN: Semakin hari Lapas Kelas IIB Ketapang semakin kelebihan kapasitas. Jumlah narapidana yang masuk ke sana bertambah, sementara kapasitas penampungan tak berubah. WWW.KABAR65.COM

Berita Terkait

Satu Sipir Harus Jaga 100 Napi

KETAPANG – Pelaksanatugas Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ketapang, Nurkaimi, memastikan jika jumlah penghuni Lapas Ketapang sudah melebihi kapasitas. Hal ini, diakui dia, sudah berlangsung cukup lama, di mana belum ada solusi dari Pemerintah Pusat.

Saat ini, kata dia, terdapat 377 narapidana yang menghuni Lapas. Sementara, dia menambahkan, idealnya, Lapas tersebut dihuni 200 napi. "Kalau dikatakan over kapasitas, ya sudah pasti. Tapi mau digimanakan lagi? Adanya tempat cuma segitu," katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, Lapas Ketapang memiliki 35 ruang tahanan, yang masing-masing diisi oleh 10 hingga 17 orang. Idealnya, dia menjelaskan, satu kamar yang memiliki luas tidak lebih dari 16 meter persegi, hanya diisi lima – tujuh napi. "Hal ini bukan baru terjadi, ini sudah sangat lama berlangsung," jelasnya.

Nurkaimi, mengungkapkan, selain perlu penambahan ruangan, renovasi atau peremajaan terhadap bangunan Lapas juga perlu dilakukan. Diungkapkan dia jika bangunan tersebut terakhir kali direnovasi pada 1997 silam. Hal ini, menurut dia, menyebabkan kondisi fisik bangunan banyak yang lapuk dan rusak.

Nurkaimi yang sudah 30 tahun bertugas di Lapas Ketapang, mengungkapkan bagaimana mereka sudah terlampau sering mengajukan penambahan ruang baru. Karena lahan yang dimiliki mereka tidak luas, maka, yang diajukannya adalah penambahan ruangan dengan membangun dua lantai. "Tapi sampai sekarang memang belum ada. Tidak hanya di Ketapang, mungkin semua lapas sama," aku dia.

Sebagai informasi, Lapas Ketapang sendiri menampung narapidana dari Ketapang dan Kayong Utara. Sempat juga ada wacana untuk membangun lapas tersendiri di Kayong Utara. Namun karena di kabupaten pecahan Ketapang tersebut belum berdiri Polres, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri, maka hal tersebut dianggap akan menyulitkan napi yang akan menjalani persidangan.

Selain itu, wacana untuk membangun lapas juga sempat mencul ke permukaan. Pemda Ketapang bahkan bersedia menyediakan lahan untuk pembangunan lapas di Kecamatan Kendawangan. Alasan pemerintah pada saat itu dikarenakan jarak yang cukup jauh dari Kota Ketapang. Namun sayang wacana tersebut batal terealisasi.

Selain ruangan yang sempit dan bangunan yang termakan usia, kurangnya petugas lapas juga dikeluhkan Nurkaimi. Saat ini, mereka hanya diperkuat 46 pegawai. "Setiap hari itu ada tiga sampai lima sipir yang menjaga napi. Jumlah tersebut sangat kurang. Jika dibandingkan, satu petugas menjaga sekitar 100 napi," ujar Nurkaimi.

Oleh karena itulah, jika dilihat dari kondisi fisik bangunan dan jumlah sipir, tak dipungkiri dia jika potensi napi untuk melarikan diri cukup besar. Namun, pihaknya masih bersyukur karena kasus napi yang melarikan diri baru tiga kali terjadi. Itu juga, ditambahkan dia bahwa dua kasus pelarian dibantu oleh sipir. Sementara yang murni melarikan sendiri tersebut, menurut dia adalah kasus yang baru saja terjadi.

"Kita berharap agar ada penambahan ruangan baru. Kalau memang tidak bisa diperluas, dibangun lantai dua saja. Juga, kita minta agar ada peremajaan bangunan, khususnya plafon. Karena saat ini 90 persen terbuat dari kayu. Itu mempermudah napi untuk kabur, tapi kalau beton, tingkat keamanannya tinggi," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait