Perekaman Data Berakhir September

Perekaman Data Berakhir September

  Rabu, 24 Agustus 2016 09:51
ANTREAN : Setiap hari ratusan warga Kapuas Hulu yang ingin mendapat pelayanan kependudukan antri di ruang sempit dan terbas Disdukcapil Kapuas Hulu.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU– Kementerian dalam negeri (Kemendagri) telah memberikan batas waktu penyelesaian perekaman data kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) sampai 30 September mendatang. Batas waktu tersebut tentu akan menimbulkan persoalan baru. Karena akan dilakukan penonaktifan data bagi seluruh warga yang belum melakukan perekaman data sampai batas waktu yang ditentukan itu.

 
Bahkan, di Kapuas Hulu, masih ada 14,80 persen penduduk belum melakukan perekaman dan data mereka terancam dinonaktifkan. Menindaklanjuti batas waktu dari Kemendagri, Kabid Administrasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kapuas Hulu Khairil Anwar mengaku, dinasnya sudah menyampaikan himbauan kepada seluruh kecamatan yang ada daerah ini.

Setiap kecamatan, terangnya lagi diminta untuk menuntaskan perekaman data kependudukan setiap warganya. “Kami sudah meminta Camat dan pihak desa untuk memberi informasi warga yang belum direkam agar segera melakukan perekaman,” terang Khairil Anwar di kantornya, Selasa (23/8) siang. Disdukcapil Kapuas Hulu mencatat, disaat ini warga Kapuas Hulu yang sudah direkam 144.349 orang.

Sementara penduduk Kapuas Hulu yang belum direkam ada 25.075 orang dan penduduk yang sudah memenuhi wajib KTP sebanyak 169.424 orang. Artinya masih ada 14,80 persen pendudukan Kapuas Hulu belum direkam. Khairil mengaku, kendala yang dihadapi pihaknya melakukan perekaman yaitu masalah jaringan belum optimal, karena harus melalui beberapa proses hingga ke pemerintah pusat.

“Kalau kemauan masyarakat itu ada, dan proses perekaman tanpa harus ada surat rekomendasi dari Kades atau Lurah, bisa datang langsung ke Kecamatan,” terang dia. Dikatakannya, periode waktu usai perekaman hingga terbit fisik e-KTP membutuhkan waktu hingga empat hari, karena tergantung pada sistem.Terlebih di Kapuas Hulu sering mengalami gangguan jaringan, itu salah satu kendalanya.

Dikatakannya, blanko yang tersedia di Disdukcapil Kapuas Hulu berjumlah sekitar 1.300 buah. Jika balangko tersebut habis, bisa diusulkan ke pusat agar didistribusi ke daerah. Dia mengaku selama ini tidak ada kendala serius dalam koordinasi blangko. “Biasanya kalau belangko habis kami bisa ambil dan meminta langsung ke pusat. Karena sepanjang itu dibutuhkan, tidak masalah,” kata Khairil.(aan)

 

Berita Terkait