Percikan Api, Pegawai SPBU Panik

Percikan Api, Pegawai SPBU Panik

  Kamis, 14 January 2016 08:37
RUSAK : Pegawai SPBU terlihat mengecek selang yang rusak akibat kepanikan pengendara mobil, Rabu (13/1) kemarin.IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Beberapa konsumen dan pegawai SPBU 64.781.03 di Jalan KH Ahmad Dahlan (Simpang Teuku Umar-KH Ahmad Dahlan) panik akibat kabel aki salah satu sepeda motor yang hendak mengisi bahan bakar mengeluarkan api. Meski tidak terjadi kebakaran atau ledakan, situasi tegang dan menarik perhatian warga sekitar.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00, Rabu (13/1). Seorang pengendara sepeda motor mengisi premium, saat jok dibuka kemudian petugas hendak mengisi tangki bahan bakar terlihat percikan api di kabel aki, bagian belakang motor. Sontak petugas yang mengisi bahan bakar menjauhkan selang pengisian. Motor tersebut pun langsung dilarikan dari pompa pengisian bahan bakar. "Kaget saya lihat api itu dari kabel," ujar petugas yang mengisi bahan bakar Tri Ambari. Wajahnya telihat pucat sesaat setelah kejadian. "Bukan nama bergegar bang," katanya lagi.

Kejadian tersebut berlangsung begitu cepat, tidak menyebabkan kebakaran atau ledakan, namun sempat terjadi kepanikan beberapa saat. Konsumen lain yang sedang mengantre langsung berlarian mencari tempat aman. Bahkan karena takut, salah satu pengendara mobil yang tengah mengisi bahan bakar pertalite langsung tancap gas menjauh. Akibatnya selang pengisian yang masih menempel di tangki mobil tersebut terlepas secara paksa, hingga copot dan rusak. "Saya kaget lihat orang-orang berlarian, katanya ada api," ujar pengemudi mobil.

Tragedi ledakan dan terbakarnya SPBU yang berlokasi di Jalan Hasanudin, Pontianak Barat beberapa waktu lalu masih menyisakan kekhawatiran bagi masyarakat. Mereka takut hal serupa bisa terjadi lagi di SPBU lainnya. "Orang-orang sudah panik duluan padahal tidak terjadi apa-apa, takut meledak seperti kejadian yang lalu," ucap salah seorang petugas SPBU. 

Terkait kecelakaan yang terjadi di SPBU beberapa waktu lalu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji sempat meminta pihak Pertamina untuk melakukan pengecekan di setiap SPBU Kota Pontianak secara rutin. Gunanya sebagai antisipasi agar kejadian ledakan di SPBU Jalan Hasanudin yang memakan korban luka hingga tujuh orang tidak terulang kembali.“Harusnya Pertamina melakukan pengawasan rutin di tiap SPBU. Apakah tiap SPBU telah melakukan pengecekan secara rutin, mestinya pengecekan dilakukan periodik,” tegasnya belum lama ini.

Wali Kota melihat ada keteledoran, tidak hanya SPBU-nya saja, masyarakat sebagai konsumen mesti memperhatikan segala aturan yang diterapkan di SPBU. Contohnya lanjut dia, sebagian masyarakat masih menggunakan handphone ketika masuk dalam kawasan SPBU. “Mana boleh sambil ngisi bensin nelpon. Kadang saya lihat sopir juga nelpon dekat SPBU dan itu dibiarkan oleh petugas,” ungkapnya.

Ia meminta kepada semua pengelola SPBU terutama karyawan petugas pengisian BBM mesti tegas dan menerapkan aturan tersebut. Jika tidak dapat menerapkan maka masyarakat sebagai konsumen akan terbiasa dan menganggap hal tersebut justru diperbolehkan.“Kalau seperti ini susah lah. Tidak hanya di SPBU saja. Ini kan sudah ada SOP-nya, jika tidak diterapkan terjadi hal tak diinginkan bagaimana? Saya harap ketika SOP ada mesti dipatuhi! Jika tidak dipatuhi jangan dibuat suka-suka saja di situ, ini mesti dipahami,” kesalnya.(bar)

Berita Terkait