Percepat Aklimatisasi di Luar Negeri

Percepat Aklimatisasi di Luar Negeri

  Sabtu, 30 July 2016 09:21
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Berita Terkait

CARA jitu dilakukan sejumlah cabor untuk mempercepat aklimatisasi (penyesuaian) dengan situasi Rio de Janeiro. Dua cabor andalan, bulu tangkis dan angkat besi melakukan hal serupa. Bulu tangkis memilih berangkat lebih cepat dua minggu sebelum event berlangsung untuk mengoptimalkan kondisi 10 pebulu tangkis Indonesia supaya bisa maksimal.

 
Pilihan PP PBSI yakni jatuh di kota Sao Paulo, Brasil. Alasannya, Sao Paulo punya sarana dan prasarana yang cukup representatif untuk pebulu tangkis Indonesia menjalain persiapan akhir. Persamaan Sao Paulo dengan Rio de Janeiro yakni sama-sama berada di wilayah pantai timur Brasil.

Jarak dua kota tersebut juga tidak terlalu jauh, sekitar 431 km atau bisa ditempuh dengan pesawat terbang sekitar 1 jam perjalanan. Cuaca pun juga tidak berbeda terlalu jauh. Ini membuat PP PBSI semakin matang dengan pilihan mereka menempatkan 10 wakil terbaik bulu tangkis Indonesia di Sao Paulo.

”Apalagi setahun lalu tim kami sudah survey lokasi, dan diputuskan akhirnya kami singgah di Sao Paulo dulu,” terang Rexy Mainaky Kabidbinpres PP PBSI kepada Jawa Pos belum lama ini. Rexy menrangkan pihaknya memang meminta supaya tim bulu tangkis menjalani aklimatisasi lebih dulu khusus untuk olimpiade.

Sejatinya pebulu tangkis Indonesia sudah terbiasa dengan suasana berbeda dalam waktu yang relatif singkat. Ini juga dijalani mereka ketika mengikuti ajang superseries atau grand prix yang berlangsung secara marathon, kadang sebulan bisa dua atau tiga kali event ditempat yang berbeda. Namun, Rexy menilai untuk Olimpiade harus ada treatment khusus, supaya timnya tidak mengulangi kegagalan tanpa membawa sekeping medali dari ajang Olimpiade, seperti empat tahun lalu di London.

Sementara itu, angkat besi lebih dahulu menjalani pemusatan latihan di Cape Town, Afrika Selatan. ”Alasan utama adalah memotong jarak tempuh, kedua, cuaca Cape Town tidak berbeda jauh dengan Rio de Janeiro,” urai manajer pelatnas angkat besi, Alamsyah Wijaya.

Menuju Rio, tim angkat besi juga memberikan spare waktu buat lifter Indonesia untuk menjalani adaptasi dengan lingkungan Brasil. Sejak 28 Juli kemarin, tim angkat besi sudah bertolak menuju Rio. Jumat kemarin, tim angkat besi sudah tiba di athlete village di sekitar arena pertandingan Olimpaide 2016. (nap)

Berita Terkait