Percemaran Meluas

Percemaran Meluas

  Selasa, 18 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

142 Orang Diserang Penyakit Kulit

SAMBAS – Pemerintah Kabupaten Sambas berjanji menindaklanjuti pencemaran di Sungai Sajingan Kecil di Desa Semanga Kecamatan Sejangkung. Bahkan, sanksi sesuai ketentuan berlaku akan diberikan, jika terbukti itu ulah sebuah perusahaan.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc mengatakan melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH), pihak Pemkab Sambas sudah melakukan pengecekan di Desa Semanga. “Hasil turun ke lapangan yang dilakukan BLH. Selanjutnya bisa didapatkan kesimpulan. Apakah itu akibat pembuangan limbah yang dilakukan perusahaan atau tidak,” kata Bupati Sambas. Orang nomor satu di Sambas ini pun menegaskan, jika hasilnya itu adalah kesengajaan, maka sanksi sesuai peraturan berlaku akan diterapkan. Terlebih dampaknya tidak baik di masyarakat.

Sementara itu, Bupati menginsttruksikan adanya warga yang terserang penyakit gatal kulit. Tenaga kesehatan akan diturunkan untuk melakukan upaya-upaya pengobatan dan pencegahan. Kepala Desa Semanga, Jube Herzami mengatakan dugaan pencemaran sungai di Desa Semanga Kecamatan Sejangkung, dampaknya semakin meluas. Setelah ditemukannya ikan mengapung dan mati, pihak desa telah mendata ada sekitar 142 warga alami gatal-gatal kulit.

“Sudah dilaporkan. BLH juga telah turun ke lokasi. Dan saat ini, kita masih menunggu hasilnya,” kata Jube, Senin (17/10). Sembari menunggu hasil dari BLH. Permasalahan inipun disampaikan ke Komisi B DPRD Kabupaten Sambas.

Diharapkan, legislatif bisa mendorong pihak-pihak terkait untuk segera mengambil langkah cepat mengatasi permasalahan tersebut. Lantaran kondisi ini sudah terjadi dua minggu lalu.

“Dampaknya sudah sangat mengkhawatirkan. Dari data desa, sudah ada 142 warga khususnya Dusun Sajingan Kecil mengalami gatal-gatal kulit setelah mandi di sungai. Jadi kita sangat berharap, masalah ini segera diselesaikan,” katanya.

Jumlah itupun baru dari satu Dusun. Dan kalau berdasarkan jumlah penduduk yang ada di daerah aliran sungai Sajingan Kecil, ada sekitar 1052 jiwa. “Ini (142 warga) belum jumlah korban dari dusun lainnya. Bisa saja warga dusun ataupun desa lainnya juga ada. Karena sungai ini mengalir hingga ke Sungai Sambas Besar,” katanya.

Warga yang terkena dampak dari pencemaran ini pun. Diantaranya mengalami luka, setelah bagian yang gatal digaruk.

“Warga yang terserang penyakit kulit akibat menggunakan air sungai yang tercemar. Hanya melakukan pengobatan seadanya atau menggunakan obat yang dibeli dari warung,” katanya.

Ketua komisi B DPRD kabupaten Sambas, Anwari menyebutkan adanya laporan dari warga akan ditindaklanjuti secepatnya. “Ini menyangkut warga. Kita akan segera turun ke lapangan,” kata Anwari.

Komisi B DPRD Kabupaten Sambas juga akan memanggil instansi terkait dengan permasalahan ini. Kepala Badan Lingkungan Hidup, Darsono menyebutkan adanya pencemaran yang dilaporkan warga Desa Semanga. Tim BLH sudah turun ke lapangan untuk kumpulkan data pencemaran sungai yang diduga dilakukan perusahaan.

“Pada kamis kemarin, kita terima laporan. Sabtu turun ke lokasi kemudian mengambil lima sampel air di titik berbeda. Sampel itu akan dikirim ke Balai Riset dan Standarisasi industri (Baristand) Pontianak. Hasilnya, dalam dua minggu kemudian bisa diketahui,”

katanya.

Jika terbukti itu adalah limbah, perusahaan melanggar Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Ancamannya tiga tahun penjara dan denda Rp2 miliar.

“Dalam penanganannya sesuai prosedur yang berlaku. Mulai dari melayangkan SP1 dan seterusnya lebih dulu hingga penerapan sanksi,” katanya.

BLH juga sudah menghubungi pihak perusahaan untuk memberikan penjelasan. “Besok kita akan mintai keterangan terhadap pihak perusahaan,” katanya.(fah)

Berita Terkait