Perbuatan Brigadir Petrus Menistakan Kehormatan Manusia

Perbuatan Brigadir Petrus Menistakan Kehormatan Manusia

  Sabtu, 27 February 2016 15:31

Berita Terkait

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengecam mutilasi yang dilakukan anggota Satuan Intelijen Keamanan Kepolisian Resor Melawi, Kalimantan Barat, Brigadir Petrus Bekus, terhadap dua anak kandungnya sendiri, FAb (4) dan Amo (3) dengan sadis.

Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh mengatakan, tindak tersebut adalah biadab dan menistakan kehormatan kemanusiaan. Karenanya, ia menegaskan, pelaku harus diberikan hukuman mati. “Pelaku yang seharusnya bertanggungjawab dalam pengasuhan dan perlindungan anak, justru menjadi pelaku pembunuhan dengan sangat kejam,” kata Niam kepada Pontianak Post, Sabtu (27/2). Karenanya, KPAI meminta kepolisian melakukan langkah-langkah internal untuk mendalami faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindakan biadab ini. “Termasuk evaluasi untuk lebih selektif dalam melakukan penjaringan anggota,” ujarnya.

KPAI meminta aparat penegak hukum untuk melakukan langkah hukum secara cepat dan akurat sehingga menjamin kepastian hukum dan perlindungan nyawa, apalagi anak. “Masyarakat, khususnya mengintensifkan pembinaan terhadap personelnya, salah satunya dengan langkah menguatkan ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga menjadi salah satu alat ukur untuk promosi dan demosi,” paparnya. Lebih lanjut, KPAI mengimbau masyarakat maupun media untuk tidak menyebarkan foto-foto korban, termasuk melalui media sosial secara viral. “Karena hal hal itu bertentangan dengan Undang-undang dan dan ada sanksinya,” katanya. (ody)

Berita Terkait