Perbatasan Terbakar

Perbatasan Terbakar

  Senin, 22 Agustus 2016 09:46
KEBAKARAN : Tim Gabungan kabupaten dan kecamatan bahu membahu memadamkan kebakaran lahan di Guntul Kecamatan Batang Lupar. FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

LANJAK—Akibat rembetan api dari pembakaran ladang masyarakat, puluhan hektar lahan di Lintas Utara, tepatnya di dusun Guntul Desa Senunuk Kecamatan Batang Lupar, Sabtu (20/8) sore terbakar. Menggunakan mobil pemadam kebakaran milik Satuan Polisin Pamong Praja dan peralatan lainnya, tim dari kecamatan, Polsek dan Koramil butuh waktu 24 jam untuk padamkan api tersebut.

Bahkan, Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir berserta rombongan yang akan kunjungan kerja ke kecamatan Empanang, Sabtu (20/8) sore, ketika kebakaran pertama terjadi, sempat berhenti dilokasi kebakaran.

Saat itu juga Bupati perintahkan Sat Pol PP untuk menurunkan mobil kebakarannya dari Putussibau ke Guntul. Karena menuju lokasi butuh waktu 4 jam dari Putussibau, kebakaran sangat cepat meluas.

“Begitu terjadi kebakaran kami dari kecamatan langsung turun ke lokasi, memadamkan api dengan peralatan sangat terbatas,” kata Gunawan, Camat Batang Lupar, Minggu (20/8). Tidak berselang lama, kata dia, rombongan Bupati Kapuas Hulu yang akan berkunjung ke Empanang lewat disekitar lokasi kebakaran, dan disaat itu Bupati minta mobil pemadam kebakaran Pol PP diturunkan ke lokasi.

Untuk memadamkan api yang terus meluas, tim dari Damkar Pol PP, Polsek, Danramil, Kodim 1206 Putussibau, Batalyaon 644 Walet sakti dan kecamatan Batang Lupar, satu hari satu malam dilokasi. Bahkan, Dandim 1206 Putussibau Latkol Kav. Budiman Ciptadi langsung kelapangan. Diperkirakan lahan terbakar kurang lebih 10 hektar.

“Kalau tidak ada Damdak Pol PP bisa lebih 10 hetar,” tuturnya.

Menurut Gunawan, api yang merembet kelokasi lahan kosong berawal dari api pembakaran ladang milik masyarakat. Secara keseluruhan, terang dia, api bisa padamkan pada Minggu (21/8). Walaupun api sudah berhasil dipadamkan. Sejumlah petugas masih berada dilokasi, untuk pastikan api tidak merembet.

“Pemilik ladang sudah dipanggil dan diingatkan untuk tidak membakar lahan,”terang dia.

Agar kerjadian serupa tidak terulang, Gunawan menghimbau masyarakatnya untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran ladang berpindah. Karena, api tersebut bisa merembet ke lokasi lain, apalagi jika saat membakar tidak dijaga. Karena saat musim kemarau seperti sekarang, sangat rentan terjadi kebakaran.

“Saya menghimbau pada masyarakat agar tidak membakar lahan ladang,” pintanya.(aan)

Berita Terkait