Perbatasan Nyaris Tenggelam

Perbatasan Nyaris Tenggelam

  Senin, 22 February 2016 09:21
MELUAS: Hujan terus mengguyur wilayah perbatasan. Puluhan rumah penduduk di beberapa desa di kecamatan Seluas, kabupaten Bengkayang kembali terendam banjir. AIRIN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

BENGKAYANG-Selama tiga hari berturut-turut, hujan deras mengguyur wilayah perbatasan negara, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Akibatnya, ratusan rumah penduduk kembali terendam banjir. Penduduk sekitar mengungsi kerumah warga ataupun kerabat yang memiliki tempat tinggal didataran tinggi.

Banjir terparah sementara berada di Dusun Seluas, Dusun Pisang, Dusun Bumbung dan Dusun Sungai Biang, wilayah perbatasan negara, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengakayang."Hujan deras terjadi beberapa hari. Akibatnya banjir terulang kembali. Kali ini diperdiksikan banjir akan semakin parah," ucap Warga Seluas Gunawan, Minggu (21/2) kepada media ini.Dia mengatakan banjir selalu terjadi setiap awal tahun. Ratusan rumah penduduk terendam. Aktivitas masyarakat menjadi terganggu dan arus lalu-lintas di kawasan perbatasan lumpuh total.

Ia menuturkan banjir yang terus terjadi di kawasan perbatasan negara. Hal tersebut menyebabkan perekonomian masyarakat diperbatasan mengalami kerugian. Dikarekan jasa perdagangan menjadi terhambat."Dalam satu bulan terkahir banjir terjadi dua kali secara berturut-turut. Sebagian warga tidak bisa bekerja. Karena harus berjaga-jaga terhadap banjir susulan," terangnya.Ketua Tim Posko Kesehatan Bencana Banjir Seluas Gimin, A.Md.Kep menambahkan, banjir yang kembali terjadi di kawasan perbatasan semakin bertambah parah. Dikarenakan para korban banjir kesulitan untuk medapatkan air bersih dan obat-obatan penyakit kulit.

"Kami kesulitan konsumsi dihari pertama banjir. Untuk obat-obatan yang diperlukan salap kulit. Karena banyak korban banjir menderita penyakit gatal-gatal. Dan hanya sedikit anak terkena diare," terangnya.Dia menyatakan pasca banjir pertama, Sabtu(13/2) pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada korban bencana banjir. Ditemukan beberapa korban banjir menderita penyakit batuk dan flu karena perubahan cuaca di kawasan perbatasan negara.Ia mengungkapkan banjir kedua dialami, Minggu (21/2)dikarenakan intensitas curah hujan terus meningkat di kawasan perbatasan negara. Guyuran hujan terus dialamii siang dan malam. Akibatnya akses transportasi darat terputus, karena ketinggian banjir sudah mencapai satu meter dan menggenangi ratusan rumah penduduk.

"Warga kembali mengefakuasi diri. Ketinggian air sekarang meningkat meningkat. Diperkirakan kondisi banjir akan semakin parah. Karena hujan terus mengguyur di wilayah perbatasan negara," ungkapnya menyaksikan warga diefakuasi kerumah warga yang berada didataran lebih tinggi.Kapolsek Seluas, Kabupaten Bengkayang IPTU Marhiba, SH menanggapi posko bencana banjir kembali diaktifikan. Korban banjir diefakuasi di rumah penduduk yang berada ditarangan ditinggi.

"Saat ini banjir sudah menenggelamkan jalan raya dan rumah penduduk. Diperkirakan banjir susulan akan semakin bertambah parah. Ini karena hujan terus mengguyur diperbatasan negara," ungkapnya.Dia mengatakan wilayah Kecamatan Seluas dan Jagoi Babang  sudah menjadi langganan banjir tahunan. Dikarenakan arus sungai yang berada diperbatasan negara belum pernah diperhatikan.Ia mengungkapkan banjir terjadi juga dikarenakan hutan dikawasan perbatasan negara semakin sedikit. Hal tersebut juga menjadi indikator penyebab banjir karena daya serap air hujan semakin berkurang.

"Kami akan terus memantau perkembangan banjir di kawasan perbatasan negara. Hingga saat ini banjir masih berstatus waspada akan banjir besar, karena hujan terus menguyur wilayah perbatasan," imbuhnya. (irn)

Berita Terkait