Perbaiki Jalan, Warga-Perusahaan Swadaya

Perbaiki Jalan, Warga-Perusahaan Swadaya

  Kamis, 4 February 2016 10:13
MULAI DIPERBAIKI: Terlihat alat berat sedang meratakan tanah yang ditimbunkan ke jalan yang rusak. Sementara foto lainnya memperlihatkan kondisi Jalan Pesaguan – Kendawangan yang rusak parah. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KENDAWANGAN – Kecewa dengan Pemerintah Daerah yang tak kunjung memperbaiki kerusakan ruas jalan Pesaguan – Kendawangan, warga, perusahaan, dan jajaran Muspika Kendawangan secara swadaya memperbaiki kondisi Pesaguan – Kendawangan yang rusak. Jalan yang rusak ditimbun menggunakan tanah dan diratakan dengan alat berat.

Perbaikan jalan dilakukan secara swadaya. Masyarakat dan pihak perusahaan menimbun jalan yang rusak dengan tanah merah. Semua pihak saling bergotong-royong. Ada yang membantu dengan menerjunkan alat berat, ada yang menerjunkan truk pengangkut, bahan bakar juga hasil sumbangan, bahkan makanan untuk pekerja berasal dari sumbangan.Sesepuh masyarakat Kendawangan, Syarif Abdullah, mengatakan, penimbunan beberapa titik ruas jalan yang rusak ini berkat inisiatif warga. Selain kecewa terhadap pemerintah, diakui dia jika warga juga prihatin dengan kondisi jalan yang rusak, sehingga sangat mengganggu transportasi, baik dari Ketapang ke Kendawangan maupun sebaliknya.

"Semuanya hasil swadaya. Tidak ada pemaksaan. Yang ingin ikut dalam perbaikan jalan, silakan ikut. Hasilnya tidak sia-sia. Banyak pihak yang terlibat, mulai dari masyarakat, perusahaan perkebunan dan pertambangan, serta pihak Kecamatan," kata Abdullah yang juga bertugas sebagai koordinator perbaikan jalan ini, kemarin (3/2).Ia menjelaskan, penimbunan ruas jalan ini bermula dari keprihatinan warga melihat kondisi jalan di beberapa titik yang tidak bisa dilalui kendaraan. Bahkan tidak sedikit kendaraan roda empat terjebak dalam kubangan lumpur hingga ada yang terbalik.

Melihat kondisi seperti itu, akhirnya sejumlah tokoh masyarakat Kendawangan bersama unsur Muspika menggelar pertemuan. Mereka kemudian menggandeng pihak perusahaan untuk mengatasi kondisi jalan yang makin hari makin memprihatinkan. Alhasil, disepakatilah untuk menimbun jalan yang rusak secara swadaya."Tapi semua pekerjaan penimbunan jalan bersifat sementara. Ini hanya agar kendaraan dapat lewat tanpa harus terjebak lumpur. Kami berharap kepada Pemerintah Daerah Ketapang melalui Bupati baru, agar serius melanjutkan proyek pekerjaan ruas jalan Ketapang – Kendawangan yang hanya kurang belasan kilometer lagi, tentunya dengan pekerjaan yang berkualitas," harapnya.Upaya penimbunan ruas jalan ini mendapat respons positif dari warga pengguna jalan. Salah satunya warga Desa Kendawangan Kiri, Dadang. Ia yang berprofesi sebagai sopir travel Ketapang – Kendawangan, merasa terbantu dengan penimbunan jalan tersebut. "Meskipun ditimbun dengan tanah dan bersifat sementara, namun mengurangi kesulitan saat melintas," katanya.

Ia menjelaskan, beberapa titik di ruas jalan Pesaguan – Kendawangan mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, menurut dia, ada lubang yang mencapai satu meter. Akibatnya, banyak mobil yang terjebak, bahkan terbalik saat melintasi jalan rusak tersebut."Apalagi saat turun hujan, banyak mobil yang tenggelam di lobang itu. Kami pengguna jalan mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang peduli dengan kondisi jalan Ketapang – Kendawangan," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Sujono, pengguna jalan lainnya. Diakui dia jika mobilnya hampir beberapa kali terbalik saat melintasi kalan berlubang, terutama di daerah Padang 12 hingga Tanjung Batu. "Jalanya hancur, banyak lubang sehingga saya kesulitan untuk memilih jalan, sampai-sampai mobil saya amblas dan hampir tumbang," katanya."Kami para pengguna jalan berharap agar Pemerintah Daerah Ketapang melalui instansi terkait segera memperbaiki ruas jalan Ketapang – Kendawangan, karena itu merupakan akses jalan yang vital untuk perekonomian masyarakat di pesisir pantai selatan Kabupaten Ketapang," harapnya. (afi/efy)

Berita Terkait