Perbaiki Alat Tangkap dan Cari Kerja Serabutan

Perbaiki Alat Tangkap dan Cari Kerja Serabutan

  Sabtu, 20 February 2016 10:41
MUSIM BURUK: Meski tangkapan banyak, nelayan ogah melaut karena cuaca buruk. SHANDO SAFELA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Nelayan Bengkayang Enggan Melaut

Ombak perairan Bengkayang masih ekstrem. Nelayan, terlebih yang hanya memiliki kapal kecil pun enggan melaut. Akibatnya, ikan segar mahal. Padahal, diakui, bulan-bulan ini masih musim ikan. Tetapi, untuk mendapatkannya, tentu nelayan tak mau menyabung nyawa. AIRIN FITRIANSYAH, Sungai Raya Kepulauan

CUACANYA masih buruk. Kita tak mungkin turun. Ombaknya masih tinggi. Jadi sambil menunggu, terpaksa kita kerja serabutan. Ada yang nukang, jadi buruh atau lainnya. Yang penting dapur tetap ngebul. Demikian ujar Ujang, warga nelayan saat omong-omong dengan Pontianak Post beberapa hari lalu.‘’Sebagian ada juga yang memperbaiki alat tangkap, atau membetulkan motor kapal yang rusak atau sekadar memberi oli,’’ ujarnya lagi.

Ya, perairan kepulauan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang memang nyaris sepi dari aktivitas nelayan. Mereka menantikan cuaca cepat membaik. Keseharian nelayan tidak melaut ada yang membuat jaring pukat sebagai alat tangkapan ikan di laut.

"Nelayan tidak bisa bekerja seperti biasanya mencari ikan," tambah Wandi, yang juga seorang nelayan, Jumat (19/2). Dia mengatakan menantikan cuaca membaik nelayan memperbaiki armada kapalmotor untuk melaut. Diantaranya menambal kebocoran kapal dan memperbaiki bodi kapal yang mengalami kerusakan.

Ia menuturkan penghasilan nelayan setiap hari tidak bisa ditentukan. Dikarenakan rezeki nelayan yang melaut berbeda-beda. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan cuaca dan fasilitas penunjang kelengkapan kapal yang memadai.

"Ikan di laut tidak bisa diketahui. Kalau nasib nelayan itu bagus penghasilan bisa meningkat. Kalau nasibnya tidak baik, hasil melaut hanya cukup untuk membeli bahan bakar minyak. Bahkan ada juga nelayan yang mengalami kerugian," ungkap ayah tiga anak.

Kepala Desa Rukma Jaya, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang Asnawi mengakui nelayan kesulitan berangkat melaut. Dikarena kondisi cuaca ekstrim dalam satu bulan terkahir di daerah kepulauan,  Kabupaten Bengakayang."Cuaca di laut sangat buruk. Tidak ada nelayan yang berani  melaut. Harga ikan pun mahal dipasaran karena stok ikan mengalami kelangkaan," terangnya.

Dia menyatakan perubahan cuaca ekstrim membawa keburukan bagi nelayan. Gelombang tinggi diluat menghambat aktivitas kapalmotor yang melintas di wilayah kepulauan. Ia mengungkapkan banyak kapalmotor bersandar di darmaga karena tidak bisa berangkat melaut Akibatnya nelayan mencari pekerjaan tambahan dengan bercocok tanam untuk menyambung kebutuhan hidup keluarga."Kalau cuaca bagus penghasilan nelayan setiap hari bisa mencapai seratus ribu. Jika cuaca buruk nelayan mengalami kerugian. Karena berangkat kelaut harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar minyak," imbuhnya. (*)

Berita Terkait