Perayaan Nyepi di Sukadana, Sepinya Desa Sedahan Jaya

Perayaan Nyepi di Sukadana, Sepinya Desa Sedahan Jaya

  Senin, 19 March 2018 11:00
SEPI: Pada Hari Raya Nyepi, Sabtu (17/3) lalu, permukiman warga Bali di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, benar-benar tampak sepi dan sunyi tanpa ada sedikit pun aktivitas. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Pelaksanaan Hari Raya Nyepi umat Hindu 2018 di Kampung Bali, Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, berlangsung khidmat. Hal tersebut terlihat saat Pontianak Post menyambangi salah satu lokasi wisata di Negeri Bertuah tersebut, Sabtu (17/9).

Berdasarkan pantauan, pada pintu masuk kampung Bali terdapat palang dari bambu menandakan sedang berlangsungnya Hari Raya Nyepi yang dianut umat Hindu. Karena bagi masyarakat Hindu, hari raya mereka dirayakan dengan penuh keheningan, tanpa melakukan aktivitas.

Berkenaan dengan hal ini, seperti  diketahui, masyarakat yang bermukim di Desa Sedahan Jaya bukan hanya umat Hindu, melainkan masih ada umat lainnya. Baik itu muslim maupun Nasrani, namun ternyata kerukunan antar umat beragama terus terjaga.   

Salah satu warga, Wagini (60), satu warga Desa Sedahan Jaya, mengakui bahwa selama ini ritual Nyepi dilaksanakan oleh umat Hindu yang sudah ada sejak puluhan tahun di desa mereka, sama sekali tidak menggangu. "Di sini biasa-biasa saja, tidak ada perubahan sejak dulu, dan kita di sini saling menghargai, menghormati ibadah yang dilakukan oleh mereka (warga Bali, Red). Seperti saat ini sedang berlangsung," ungkapnya di Desa Sedahan Jaya.

Selain itu, kata dia, dalam kehidupan sehari-hari mereka saling membantu. Salah satunya, disebutkan dia, pada sektor pertanian. "Kadang kami berkerja dengan orang Bali, saat proses penanaman padi," terang nenek empat cucu ini.

Selain itu, pada saat hari biasa mereka juga saling menyapa serta membaur menjadi satu. Jadi, sambung dia, walau ada perbedaan, mereka tetap bersatu. Bahkan keberadaan orang Bali bersama-sama mereka diakui dia sangat menggembirakan sekali. Lantaran, diakui dia jika keberadaan mereka juga dapat mendatangkan wisatawan.  

"Keberadaan umat Hindu di sini ternyata juga dapat mendatangkan wisatawan. Itu terlihat pada saat diadakan kegiatan di pure mereka," jelasnya.    

Senada dikatakan warga Sukadana lainnya, Rizal. Menurut dia, kerukunan antarumat beragama di Kayong Utara sangat baik. Salah satunya, sambung dia, di Desa Sedahan Jaya ini.

"Alhamdulillah kerukunan antarumat beragama di sini sangat baik. Salah satunya di Sedahan Jaya ini, terdapat warga Bali yang telah bermukim sejak puluhan tahun lalu. Dampak terjadinya letusan Gunung Api tahun 1963 di Bali," terangnya.  

Dirinya berharap dengan kerukunan antarumat beragama ini dapat terus terjaga dengan baik. "Mudah-mudahan kerukunan antarumat beragama ini dapat terus terjaga," harapnya. (dan)

Berita Terkait