Peran Pemuda Tingkatkan Daya Saing , Dialog Publik Songsong MEA

Peran Pemuda Tingkatkan Daya Saing , Dialog Publik Songsong MEA

  Senin, 1 February 2016 09:03
DIALOG PUBLIK: Dialog publik yang digelar Pengurus Besar (PB) Ikatan Mahasiawa Kecamatan Teluk Keramat (Imtek) di Gedung Serbaguna Sekura, Sabtu (30/1) lalu. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SEKURA – Pemuda diharapkan mampu menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Caranya adalah dengan meningkatkan daya saing diri dan ekonomi masyarakat, di mana pemuda harus mampu mendorong masyarakat kreatif dan produktif.

Itulah salah satu poin Dialog Publik ASEAN Ekonomi Community dengan tema Persiapan Diri dalam Menghadapi MEA Menuju Masyarakat Sejahtera, Sabtu (30/1). Kegiatan tersebut digelar Pengurus Besar (PB) Ikatan Mahasiswa Kecamatan Teluk Keramat (Imtek) di Gedung Serbaguna Sekura, Kecamatan Teluk Keramat.Dialog tersebut menghadirkan pemateri seperti Dr Sumar'in, dosen IAIS Sambas; serta Martajani, perwakilan dari Disperindag Kabupaten Sambas. Sementara para pesertanya adalah mahasiswa, pelajar SMA, serta para kepala desa se-Kecamatan Teluk Keramat.

Mursalin, ketua Panitia Dialog Publik, mengungkapkan jika kegiatan tersebut dimaksudkan agar generasi muda dan masyarakat lebih siap dalam menghadapi MEA. “Dengan kegiatan seperti ini diharapkan generasi muda dan masyarakat lebih siap dalam menghadapi MEA pada tahun 2016 ini,” katanya.Sementara itu, Riko Saputra, ketua Umum Imtek berharap agar kegiatan ini mampu memupuk jiwa kewirausahaan para pemuda. Harapan dia, para pemuda kelak akan mampu menciptakan produk-produk unggulan dan mampu bersaing, dengan produk-produk luar negeri yang akan menyerbu pasar dalam negeri. “Jangan sampai kita menjadi konsumen dari produk-produk mereka dan hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” tambahnya.

Sebagai organisasi kemahasiswaan yang ada di Kabupaten Sambas, dia berjanji akan terus berupaya dan bekerja sama dengan pemerintah, untuk membuka mata pemuda dan masyarakat, agar bisa terus berkarya dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.Sementara itu, Martajani, perwakilan Disperindag Kabupaten Sambas, menuturkan bahwa pemuda dan masyarakat di Kabupaten Sambas adalah para pemuda yang multitalenta. Dia begitu optimis kalau para pemuda Sambas akan mampu bersaing di era perdagangan bebas ASEAN, mulai 2016 ini. “Saya merasa yakin bahwa pemuda dan masyarakat di Sambas akan mampu bersaing di era MEA 2016 ini,” tuturnya.

Namun demikian, pihaknya akan terus mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian penuh kepada pemuda, berupa kemudahan pemberian modal dan izin-izin usaha.Sementara itu, Dr Sumar'in, dosen IAIS Sambas, menjelaskan jika MEA adalah suatu era di mana semua orang akan memasuki pasar bebas dalam hal ekonomi. Dia mengingatkan jika nantinya akan ada beberapa hal yang dibebaskan, yaitu bebas dalam hal investasi, bebas mengalirnya barang atau jasa, hingga bebas modal. Doktor muda ini menambahkan jika tujuan dari MEA antara lain untuk memberikan wawasan, kesejahteraan masyarakat, dan keakraban bangsa-bangsa di negara kawasan Asia Tenggara. “Kita bisa menghadapi era masyarakat ekonomi ASEAN jika ada kebersamaan dari seluruh masyarakat," pintanya. 

Dari sisi pengusahanya, dijelaskan dia, dengan membuat produk yang kompetitif serta handal, dengan kualitas yang bersaing dibanding komoditas impor. Sementara dari sisi SDM, disarankan dia, agar diarahkan untuk mendapatkan sertifikat keahlian profesional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sedangkan dari sisi masyarakat umum, diharapkan dia agar menggunakan produksi dalam negeri. "Produksi daya saing kita memang masih di bawah kualitasnya dengan produk impor dengan harga yang sama, tapi itu pengorbanan kita untuk mencintai produk dalam negeri,” ujar Sumar'in dalam paparannya. (har)

Berita Terkait