Perajin Kalbar Haris Kreatif di Era Digital

Perajin Kalbar Haris Kreatif di Era Digital

  Senin, 23 May 2016 09:51
FOTO BERSAMA: Ketua Dekranasda Prov. Kalbar foto bersama dengan Ketua Pembina Ibu Iriana Joko Widodo dan Ketua Umum Dekranas sebelum pembukaan pameran Kriya Nusantara.

Berita Terkait

“Maju terus pantang menyerah perajin seni budaya. Lestarikan warisan leluhur kita. Wujudkan jati diri bangsa. Bersama rakyat membangun negeri tercinta. Dekranas harumkan nusa bangsa.”

Demikian petikan Mars Dekranas yang menggema di SMESCO Convention Center. Pada 17 Mei 2016 lalu Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional dan Pameran HUT ke-36 Dekranas. Tema acara tersebut adalah  ‘Perajin Kreatif di Era Digital’. Pameran berlangsung  pada 17-20 Mei 2016.

Acara pokok rakernas adalah diseminasi program masing – masing bidang dalam organisasi Dekranas sambil menghimpun laporan dari Dekranasda Provinsi seluruh Indonesia. Selain rakernas, juga digelar pameran sebagai bagian momen penting untuk perubahan konsep pameran secara signifikan dengan mengedepankan edukasi dan pelatihan. Selain menyajikan produk–produk unggulan Dekranas yang berasal dari seluruh Indonesia, juga diadakan pameran produk icon, workshop dan pembelajaran tentang serat alam, e-commerce, mobile apps, serta pelatihan deconpage.

Ketua Dekranasda Prov. Kalbar Ny. Frederika Cornelis, S.Pd ditemui seusai pembukaan pameran mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Dekranas Pusat. “Pameran seperti ini merupakan tempat untuk memasarkan produk para perajin hasil dari binaan dan dampingan yang kami lakukan di daerah. Selama ini  pembinaan kepada perajin di berbagai daerah telah dilakukan. Saya kira kalau hal ini terus dilakukan dengan membuat di beberapa daerah, industri kerajinan kita akan tumbuh pesat. Apalagi saat ini pemasaran melalui aplikasi IT yang sangat luar biasa,” ujar Frederika.

Frederika Cornelis yang juga isteri orang nomor satu di Kalbar ini melihat  kedepannya seiring perkembangan teknologi yang semakin modern didukung dengan  pembinaan kepada perajin maka akan menghasilkan  produk yang  mempunyai nilai yang tinggi dengan mutu yang baik. Namun demikian perajin tidak boleh memaksakan diri dan selera kehendaknya saja. Perajin lokal, lanjutnya, juga harus terus berinovasi dan giat melakukan perbandingan antara produknya dan produk pengusaha lain di luar negeri demi menjaga dan terus meningkatkan daya saing. “Perajin harus mampu mengikuti selera dan kebutuhan konsumen secara luas agar bisa menembus pasar internasional. Kadang-kadang kita keliru karena selalu merasa produknya yang terbaik, padahal yang terbaik haruslah untuk pembeli. Dibutuhkan produk sesuai dengan selera pasar dunia, bukan selera sendiri,” tegasnya.

Ditambahkan Frederika bahwa dalam rangka pemberdayaan UKM perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas produk, akses pasar, dan pemanfaatan teknologi yang tepat, agar memberikan dampak yang positif dan dapat dirasakan oleh masyarakat sekitarnya. “Sebagai upaya memperkuat daya saing UKM untuk dapat menembus pasar regional dan global, UKM mutlak harus terus didorong. Untuk itu, perlu didorong untuk meningkatkan kreativitasnya dalam menghasilkan produk-produk inovatif yang berdaya saing tinggi. Oleh karena itu kami pengurus dekranasda Provinsi membuka ruang konsultasi dan pendampingan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Jangan ragu-ragu tuk bertanya,” terang Frederika.

Selanjutnya Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla dalam sambutannya menyampaikan tujuan Penyelenggaraan Rakernas kali ini adalah menyelaraskan, mensinkronkan, dan mensinergikan program dan kegiatan Dekranas dan Dekranasda baik Provinsi maupun Kabupaten dan Kota dalam mengembangkan sumber daya perajin melalui regenerasi perajin. Selain itu meningkatkan daya saing produk  kerajinan dan  meningkatkan kualitas kerajinan yang semakin unggul.

Diharapkan pada gilirannya dapat mendorong semangat kewirausahaan dalam mendukung ekspor kerajinan yang semakin meningkat. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut diperlukan keberpihakan dan fasilitasi dari pemerintah kepada pihak terkait lainnya. Kerajinan sebaiknya dimasukkan dalam kurikulum atau ekstrakurikuler. Membuat kerajinan unggulan setempat dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya.

Pada kesempatan terebut  hadir Pembina Dekranas Iriana Joko Widodo, Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Perindustrian Saleh Husin, ketua Dekranasda Provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia, anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE), sesepuh Dekranas, duta besar perwakilan negara sahabat, serta undangan.(Emijoe Humasprov)​​

 

Berita Terkait