Penyelundupan Sabu dari Malaysia Gunakan Keranjang Pisang Pontianak

Penyelundupan Sabu dari Malaysia Gunakan Keranjang Pisang Pontianak

  Selasa, 20 September 2016 20:15
FOTO Elfany Kurniawan/JawaPos.com

Berita Terkait

BADAN Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan transaksi narkotika yang dilakukan oleh sindikat internasional. Sebanyak 10.414,2 gram sabu-sabu disita di kawasan Pademangan, Jakarta Utara pada Sabtu (10/9).

Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan, kasus ini berawal dari hasil pengembangan kasus 30 kilogram sabu-sabu yang diungkap pada 4 Agustus 2016 lalu.

"Dari penyelidikan yang dilakukan, petugas mendapatkan informasi adanya jaringan yang menyelundupkan sabu dari Malaysia melalui Entikong-Singkawang-Pontianak hingga ke Jakarta Pada tanggal 10 September 2016," ucap Budi saat merilis kasus ini di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (20/9).

Dari penindakan tersebut, petugas BNN menangkap tiga orang dengan inisial SC (39), TT (43), dan BM (33) bersama dengan 10 kilogram sabu-sabu dan buah pisang yang digunakan sebagai sarana penyelundupannya.

"Penggerebekan dilakukan  di sebuah rumah di Jalan Pademangan VI Nomor 65,  RT 15, RW 21  Pademangan, Jakarta Utara. Masing-masing pelaku ada perannya, ada penjaga barang dan ada yang kurir," beber mantan Kabareskrim Polri ini.

"Modusnya disembunyikan di rotan dan buah pisang untuk mengelabui aparat, tersangka memasukkan sabu ke dalam dua buah keranjang rotan dan disembunyikan bersama dengan buah pisang asal Singkawang," ungkap pria yang karib disapa Buwas itu.

Dia menuturkan, barang haram itu dibawa dari Malaysia melalui Entikong, kemudian barang itu akan dibawa menggunakan jasa ekspedisi kapal laut di Pontianak dengan tujuan Jakarta.

Lalu sabu-sabu dibawa ke dalam sebuah rumah yang disiapkan sebagai gudang penyimpanan narkotika.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ketiga tersangka ini merupakan anggota jaringan penyelundupan dan peredaran gelap narkotika yang terkait jaringan Malaysia

"Sabu ini rencananya akan diedarkan ke kawasan Surabaya, Jawa Timur," sambung Buwas.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang peredaran narkotika dengan ancaman hukuman mati. (elf/JPG)

 

 

Berita Terkait