Penyelundupan Kepiting Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Kepiting Berhasil Digagalkan

  Minggu, 11 March 2018 08:30
AMANKAN KEPITING: Stasiun KIPM Pontianak sedang melakukan pemindahan kepiting dari styrofoam ke bak penampungan sementara. Kepiting-kepiting tersebut disita dari rumah penampungan yang akan diselundupkan ke luar negeri. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

423 Ekor Kepiting Betina Siap Telur

PONTIANAK – Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Pontianak (KIPM) Pontianak bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar, berhasil menyita ratusan ekor kepiting betina bertelur dari tempat penampungan di Jalan Waduk, Kecamatan Pontianak Selatan, Jumat (9/3). Ratusan kepiting ini rencananya akan diselundupkan ke luar negeri.

Kepala Stasiun KIPM Pontianak Miharjo mengatakan, pengungkapan tempat penampungan kepiting tersebut berawal dari hasil penyelidikan mereka bersama Ditreskrimsus Polda Kalbar. Dari hasil penyelidikan tersebut, tim mereka berhasil mengamankan Rb, yang diduga sebagai pemilik. Dari tangannya, mereka juga menyita sebanyak 423 ekor kepiting siap kirim, yang dikemas dalam tujuh buat styrofoam yang masing-masing berjumlah kurang lebih 60 ekor.

Menurut Miharjo, berdasarkan pemeriksaan, kepiting-kepiting tersebut sebagian besar berjenis kelamin betina dan sedang bertelur. Ditegaskan dia bahwa kepiting merupakan produk perikanan, yang lalu lintas perdagannya diatur Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2016. Diingatkan dia kembali bahwa kepiting ini dilarang untuk dilalulintaskan dalam kondisi bertelur dan di bawah 200 gram serta dalam keadaan hidup.

Dari penyitaan barang bukti ini, mereka bersama Ditreskrimsus berhasil menyelamatkan 423 juta telur yang dikandung masing-masing kepiting. "Jadi jika diasumsikan satu induk kepiting betina itu mengandung 1 – 2 juta telur, maka kami berhasil menyelamatkan 423 juta calon kepiting. Ini yang harus kami selamatkan, karena mengancam kelestarian sumber daya ikan agar tidak punah," paparnya. 

Sementara itu Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kalbar AKBP Sardo M Pardamean Sibarani, mengatakan, 423 ekor kepiting betina itu rencananya akan dikirim ke luar negeri melalui jalur tak resmi di Kalimantan Barat. "Jadi pengungkapan ini hasil dari sinergitas Ditreskrimsus Polda Kalbar bersama Stasiun KIPM Pontianak," katanya.  

Dikatakan Sardo, dalam rangka menyelamatkan potensi sumber daya ikan, khususnya kepiting, lobseter, dan rajungan, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono sangat peduli dan konsen. Kapolda telah menugaskan mereka secara khusus untuk yang satu ini di bawah pimpinan Kombes Pol Mahyudi Nasriansyah. 

Selain mengamankan barang bukti, pihaknya juga mengaman seseorang berinisial Rb, yang diduga kuat sebagai pemilik. Dari pemeriksaan sementara, lanjut Sardo, pelaku Rb mengaku baru tiga bulan menjalankan bisnisnya menampung dan mengirim hasil pengelohan ikan ke luar negeri. 

"Pengakuannya baru tiga bulan beroperasi. Dan ini sudah ketiga kalinya melakukan pengiriman. Khusus untuk kepiting betina, baru kali ini," paparnya. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) atau pasal 100 jo pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun dan denda Rp1,5 miliar. 

Selanjutnya, kepiting-kepiting tersebut dilepasliarkan di kawasan hutan mangrove di perairan Kubu Raya, karena dikhawatirkan kepiting tersebut akan mati. (arf)

Berita Terkait