Penumpang Tidur di Bandara Supadio

Penumpang Tidur di Bandara Supadio

  Selasa, 14 November 2017 10:00
MENUNGGU KEBERANGKATAN : Para penumpang asal asal Cilacap harus menginap di Bandara Internasional Supadio, Senin (13/11). HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Kemarin Supadio Kembali Normal

PONTIANAK – Penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak dinyatakan kembali normal, Senin (13/11). Sehari sebelumnya, Minggu (12/11) bandara terbaik di dunia versi Airport Council International (ACI) ini lumpuh total akibat landasan pacu tergenang banjir.

Meski telah dinyatakan normal, namun masih ada beberapa calon penumpang yang terpaksa menginap di emperan terminal karena tidak mendapatkan kompensasi berupa penginapan dari maskapai. 

Salah satu penumpang yang terpaksa tidur di Bandara adalah Hendi Susanto (23), Tenaga Kerja Indonesia asal Cilacap, Jawa Tengah. Hendi bersama sembilan orang keluarganya harus bermalam di emperan terminal kedatangan Bandara Supadio Pontianak dengan beralaskan kardus. Hendi yang sehari-hari bekerja di perkebunan sawit di Malaysia ini mengatakan, dirinya bersama sembilan keluarganya berangkat dari Kuching, Malaysia, Sabtu (9/11) mengunakan jasa travel melalui jalur darat.

Setibanya di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Hendi rencananya akan melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat Batik Air pada pukul 08.00 tujuan Jakarta. 

"Sabtu pagi kami berangkat lewat jalur darat. Begitu tiba, kami berencana akan melanjutkan perjalanan pada Minggu pukul 08.00 menggunakan pesawat Batik Air tujuan Jakarta. Tapi karena kemarin batal, kami pun harus menginap di sini," kata Hendi kepada Pontianak Post.

Untuk urusan keberangkatan, kata Hendi, sudah diurus pihak travel. "Sudah diurus. katanya, malam ini jam 20.00, berangkat menggunakan Lion Air tujuan Jakarta," katanya saat ditemui Senin (13/11).

Diakuinya, tidak ada kompensasi penginapan dari pihak maskapai. Hanya saja dia mengaku mendapatkan konpensasi berupa makanan dan minuman. "Kompensasi penginapan tidak ada. Makanya kami menginap di sini. Hanya ada makanan dan minuman," terangnya. 

Sementara itu, General Manajer PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak Bayuh Iswantoro mengatakan, lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak kembali normal. 

Berdasarkan pusat informasi Bandara Internasional Supadio Pontianak setidaknya sudah ada 13 kali kedatangan dan 15 kali keberangkaran baik dari maupun ke Bandara Supadio Pontianak.

”Hari ini terlapor sudah beberapa penerbangan, secara jadwal sudah berjalan. Tadi pagi mulai dari pukul 06.00 sudah ada keberangkatan dan juga kedatangan beberapa pesawat," kata Bayuh Iswantoro, kepada Pontianak Post. 

Meskipun demikian, akibat tidak beroperasinya Bandara Internasional Supadio Pontianak pada Minggu (12/11), terjadi efek domino terkait dengan pergerakan pesawat di Bandara Internasional Supadio Pontianak, sehingga masih banyak dijumpai penumpang yang mungkin masih menunggu antrean pesawat, atau penumpang yang masih belum mendapatakan tiket. 

Namun, diakui Bayuh, hingga pukul 11.05, belum ada permohonan extra flight dari maskapai. "Hingga siang ini untuk extra flight belum ada permintaan," lanjutnya. 

Terkait dengan genangan air yang terjadi landasan pacu Bandara Internasional Supadio Pontianak, menurut Bayuh, saat ini genangan air sudah mulai surut. Dari semula dengan luas genangan 7,5 meter, saat ini hanya 1,2 meter,  dengan posisi dari tepi runway.

"Artinya kondisi ini akan terus kita kondisikan dengan membuat tanggul dan juga melakukan penyedotan air yang masih sampai sekarang berlangsung dan upaya-upaya dengan normalisasi saluran," katanya.

Untuk antisipasi terjadinya genangan saat hujan turun, lanjut Bayuh, pihaknya akan membuat tanggul di sepanjang tepi kanan runway 15, termasuk masih melakukan penyedotan air diujung runway 33. 

"Dan beberapa penyodetan-penyodetan yang kita lakukan untuk memperlancar aliran air di titik yang menjadi pointers, seperti Parit Keramat, Parit Jepang, dan Parit Gertak Kuning," paparnya.

Ke depan, pihaknya juga akan berupaya meningkatkan performa runway dengan melakukan overlay serta membangun runway kedua, yang notabene akan lebih tinggi. Di sisi lain, Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK.I) Kemeterian PU-PR melakukan normalisasi sungai menggunakan alat excavator di Parit Gertak Kuning, Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam upaya normalisasi sungai tersebut pihak BWSK.I membersihkan gulma-gulma atau tumbuhan yang diduga memperlambat aliran sungai. 

Dibantu Lanud 

Sementara itu, Ratusan personel Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio juga turut dikerahkan untuk menangani banjir yang melanda runway Supadio sejak Minggu pagi hingga Senin siang. Dikoordinir oleh Kepala Seksi Fasilitas dan Instalasi (Fasint) Lanud Supadio, Letkol Sus Andi Wijaya, para prajurit membuat bantalan penahan air di sepanjang runway. Bantalan ini terbuat dari pasir yang dimasukkan ke karung-karung.

“Kita turut berperan menangani bencana alam, berupa banjir rob di landasan pacu Bandara Supadio. Kita kerahkan kekuatan maksimal, dalam upaya mendukung instansi terkait,” kata Danlanud Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) Minggit Tribowo.

Menurut Danlanud, pemasangan tanggul pasir di sisi runway, merupakan upaya jangka pendek, agar aktivitas penerbangan di Bandara Supadio, terutama penerbangan sipil bisa beroperasi. 

“Dengan adanya tanggul penahan air ini, maka sejak pagi, penerbangan sipil di Bandara Supadio, bisa kembali normal,” paparnya. Marsma Minggit menjelaskan, Lanud Supadio terus aktif memantau semua kejadian di sekitar Bandara. 

Selain membuat tanggul penahan air di sisi runway, personel Lanud Supadio juga ikut menyedot air, terutamadi runway 33. Kemudian pembersihan gulma di saluran utama, normalisasi saluran primer dan revitalisasi saluran sekitar runway. “Penyedotan dilakukan dengan 13 selang dan pompa. Hasilnya, sejak pagi ada penurunan muka air yang berkisar 3-5 cm. Untuk itu, kita terus memantau perkembangannya,” katanya. (arf)

Berita Terkait