Pentingnya Peran PKK di Desa

Pentingnya Peran PKK di Desa

  Rabu, 19 Oktober 2016 09:30
PKK DESA: Frederika Cornelis saat menghadiri pelantikan kepala desa se-Kabupaten Landak, yang baru dilantik PJ Bupati Landak Jakius Sinyor, di Aula Kantor Bupati Landak, Selasa (18/10).

Berita Terkait

PONTIANAK-Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar Frederika Cornelis, mengimbau kepada Ketua Tim Penggerak PKK desa di Kalbar agar menjadi ujung tombak dalam menjalankan roda program PKK, sehingga kehadiran PKK sebagai Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga benar-benar terasa manfaatnya oleh keluarga, baik di tingkat desa maupun dusun.

“Pandai tidak pandai, istri kepala desa harus menjadi ketua guna menggerakkan yang lainnya agar terlibat dalam kegiatan PKK di desanya masing-masing,” ujar Frederika kepada para istri kepala desa se-Kabupaten Landak, yang baru dilantik PJ Bupati Landak Jakius Sinyor, di Aula Kantor Bupati Landak, Selasa (18/10).

Menurutnya, tidak sulit dalam menjalankan program PKK. Asalkan yang bersangkutan mau kerja. Begitu juga penyusunan program, sebaiknya disingkronkan dengan program kerja kepala desa. 

Seperti halnya di kabupaten dan provinsi, PKK bekerjasama dengan instansi terkait yang ada hubungannya dengan program Kelompok Kerja PKK, seperti penyuluhan bahaya rabies, penyuluhan KB, dan sebagainya.

Frederika yang juga ketua Forikan Kalbar itu mengingatkan agar ibu-ibu PKK di Desa memberi contoh dengan menyejahterakan keluarga dulu. Sebab dengan contoh nyata, maka program yang disampaikan kepada warga bisa diterima karena kerja nyata yang sudah dibuat. 

“Di desa itu akan kelihatan PKK-nya bergerak atau tidak. Jadi program yang dikerjakan jangan yang sulit-sulit. Sederhana saja dengan menggunakan Anggaran Dana Desa, dan jangan lupa dipertanggungjawabkan penggunaanya,” pesan Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar ini.

Namun demikian, ketika sudah dilantik menjadi Ketua Tim Penggerak PKK di desa masing-masing, Frederika berpesan agar tetap melibatkan pengurus PKK yang sebelumnya. Paling tidak, kata dia, 40 persen, sehingga program yang sudah disusun sebelumnya tidak mandek dan penempatan orang-orang dalam kelompok kerja pun harus sesuai keahlian masing-masing. “Jangan lupa, PKK ini kerja sosial, meskipun begitu harus terjun langsung ke masyarakat,” pungkas Frederika. (mse/r)

Berita Terkait