Pentingnya Membiasakan Berhijab Sejak Dini

Pentingnya Membiasakan Berhijab Sejak Dini

  Senin, 9 January 2017 09:30
CATWALK : Salah satu peserta Hijab Cilik Competition saat menunjukkan aksinya berlenggok di Catwalk. IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Dari Lomba Fashion Show Hijab Cilik

Puluhan anak-anak tampil lucu dan menggemaskan saat memperagakan busana muslim saat mengikuti lomba fahsion show, Hijab Cilik Competition dengan tema casual look di Carrefour, Matahari Mall, Sabtu (7/1) siang. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Acara yang digagas mantan finalis dara Pontianak 2013, Dhidha Neshia Anandhayu Poetri (20) dan kawan-kawan ini, menampilkan 27 peserta, gadis cilik berusia 4-10 tahun.

Mereka tampak menggemaskan saat berelnggak-lenggok di atas catwalk. Tampak orang tua masing-masing peserta ikut antusias mendukung sang anak. Aksi ini pun cukup menarik perhatian para pengunjung yang datang siang itu.

Dhidha yang juga Ketua Penyelenggara menjelaskan, dari puluhan peserta, kompetisi ini akan menyisihkan 10 pemenang. Mulai dari juara pertama hingga ketiga, serta harapan satu hingga tiga. "Ditambah empat terbaik lainnya yaitu the best catwalk,  the best costum, the best fotogenic dan favorit," jelasnya.

Salah satu Brand Ambassador dari Ndastila Butik ini mengatakan, even ini sengaja digelar, karena dia melihat selama ini modeling selalu identik dengan pakaian seksi. Ide itu kemudian ia tuangkan menjadi sebuah even dengan dukungan beberapa pihak sponsor. “Nah di sini kami pengen buat acara dengan tema yang islami menggunakan hijab,” katanya.

Tujuannya adalah, agar dapat menyalurkan bakat-bakat terpendam yang dimiliki anak-anak di kota ini. “Supaya bisa menginspirasi. Karena dengan berhijab tidak menutupi kita untuk selalu berkarya,” tambahnya. Selain itu, dari kegiatan ini diharapkan tersampaikan pesan, bahwa  pendidikan sejak dini untuk menggunakan hijab cukup penting. Secara bertahap bisa menjadikan pelajaran khususnya bagi anak-anak wanita muslim. Karena rambut adalah aurat yang harus ditutupi. “Keliatan rambut itu aurat dan malu, jadi harus menggunakan hijab, harus mulai dibiasakan walaupun lima menit dilepas gitu,” jelasnya. 

Ia menilai dalam berhijab peran orang tua yang paling penting. Karena anak-anak biasanya hanya menuruti kemauan atau didikan orang tua. Pola fikir orang tua saat ini sudah jauh lebih berkembang untuk mendidik anak-anaknya sejak kecil. “Karena memang sudah seharusnya wanita menutup aurat sejak dini karena di Alquran pun udh dijelaskan seperti itu. Dari pada beli bando atau topi sama saja tetap panas, mending pake kerudung,” pesannya. 

Apalagi saat ini hijab untuk anak-anak sudah banyak jenis atau modelnya. Dengan berbagai bentuk seperti pita, motif anak-anak dan warna-warna yang lucu. Ke depan, karena ini lomba hijab cilik dengan katagori umur di bawah 10 tahun, Dhidha ingin membuat acara yang lebih besar lagi. Seperti hijab hunt atau putri muslimah dengan kategori remaja atau dewasa. "Paling penting harus bisa menginspirasi semua orang," pungkas finalis duta lingkungan hidup ini.

Dalam even ini menghadirkan tiga orang juri di antaranya, Dare Pontianak 2015, Rachma Arinditha Putri, Owner Ndastila Butik, Walanda Siti Nurlaila dan dari Wardah Cosmetic, Syarifah Nuraida.** 

Berita Terkait