Pentingnya Deteksi Dini Potensi Konflik

Pentingnya Deteksi Dini Potensi Konflik

  Jumat, 17 November 2017 10:00

Berita Terkait

PONTIANAK - Palang Merah Internasional (ICRC) bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura menggelar diskusi bertemakan "Aturan dan Tradisi Situasi Konflik Diskusi Sehari" di Hotel Aston Pontianak, kemarin (16/11). Kegiatan ini mengundang para pemangku kepentingan, peneliti, majelis adat, jurnalis dan pihak-pihak lainnya.

Tujuan ICRC adalah untuk memperkenalkan dasar-dasar hukum humaniter internasional dan keterkaitannya dengan hukum kebiasaan. Selain itu mengkaji beberapa tantangan terkait isu tersebut. Membahas praktik kearifan lokal dan hukum kebiasaan terkait konflik di Kalbar. Tidak kalah penting untuk mengetahui situasi terkini yang berkembang di masyarakat Pontianak serta menggali sumbangan adat-istiadat lokal adan penerapannya pada linngkup yang kebih luas.

Zulfydar Zaidar Mochtar hadir dalam forum tersebut. Dia hadir dalam kapasitas sebagai Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat. Orang yang juga Ketua Forum Mediasi Kalbar yang sering terlibat sebagai mediator dalam berbagai konflik di Kalbar ini memuji diskusi tersebut.

“Dengan tema yang diangkat hari ini (kemarin) berarti semua orang Kalbar harus meningkatkan komunikasi. termasuk  pentingnya peran tokoh agama, adat dan semua masyarakat dalam bahu-membahu untuk meninggalkan potensi konflik yang ada,” jelas dia.

Tidak kalah penting adalah upaya deteksi dini untuk mencari akar permasalahan sebuah konflik. Bila akar masalah sudah didapatkan maka segera dipangkas sehingga tidak berkembang menjadi lebih besar. Selain itu masyarakat harus memiliki kemampuan untuk mencegah dan menangani konflik bila hal tersebut benar-benar terjadi.

Cara paling tepat adalah mencegah konflik terjadi. Tetapi bila sudah terjadi, segera dimediasikan dan dihambat perluasannya.  “Mari Kita isi perjalanan hidup ini dengan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, saling menghormati antara sesama umat manusia. Kita jaga etika dan budaya kebersamaan dipertahankan. Jadilah agen mediasi konflik,” tutup dia. (ars)

Berita Terkait