Pentahbisan Empat Diakon Kapusin di Balai Sebut , Imam Diarak Keliling Kota, 5.000 Umat Penuhi Paroki

Pentahbisan Empat Diakon Kapusin di Balai Sebut , Imam Diarak Keliling Kota, 5.000 Umat Penuhi Paroki

  Jumat, 26 February 2016 08:31
DIAKON: Imam melakukan penumpangan tangan kepada empat diakon yang ditahbiskan.ISTIMEWA

Berita Terkait

Pentahbisan Imam empat Diakon Kapusin di Paroki Jangkang, Balai Sebut berlangsung meriah. Ribuan umat hadir menyaksikan pawai dan misa yang menjadi bagian dari acara itu. Aristono, Pontianak

Perayaan Pentahbisan Imam ini dihadiri hampir 5000-an umat yang datang dari berbagai penjuru Kalbar. Seribu dari mereka bahkan rela menginap di Balai Sebut. Misa Syukur Pentahbisan ini diawali dengan pawai dari terminal Balai Sebut berarak keliling kota menuju tempat pentahbisan di Kompleks Paroki. Pawai dimeriahkan oleh Marchingband Nyarumkop yang berkekuatan 100 orang dan Komunitas Binua Landak sekitar 70 orang anggota.

Pawai begitu semarak dan meriah sehingga menarik perhatian seluruh lapisan masyarakat sekitar. Diantara para peserta pawai tampak wajah Uskup Sanggau Mgr Yulius Mencuccini CP, Bupati Sanggau Paulus Hadi dan istri. Mereka berada di barisan depan bersama para Diakon dan orangtuanya. Lalu diikuti para pastor, suster, bruder dan frater, misdinar, siswa-siswi SMP 2 Jangkang dan SMA 1 Jangkang, serta para umat.

Pada radius sekitar 30 meter dari pintu gerbang paroki,  rombongan pawai disambut dengan tarian Melayu dan dirangkai dengan Pancung Buluh Muda. Sebuah upacara penyambutan ala adat Dayak Jangkang. Kemudian misa diteruskan dengan tarian pembuka untuk mengiringi uskup, para imam, para diakon dan orangtua mereka menuju pentas utama.Perayaan ini mengangkat tema: “Dipanggil Untuk Mewartakan Sabda Allah” (Yesaya 6:8).

Bapa Uskup, Bapak Bupati dan Pater Propinsial Kapusin

Bacaan-bacaan yang dipilih dalam liturgi sabda berkaitan dengan panggilan imamat. Bacaan Pertama (Yesaya 6: 1-8) misalnya, mengetengahkan keputusan Allah mengangkat Yesaya sebagai nabi pilihan-Nya. Adapun bacaan ke dua (1 Ptr 5: 1-5)  memberi nasihat kepada para penatua jemaat agar memiliki kerelaan diri mengembalakan umat yang dipercayakan Allah kepada mereka. Sedangkan bacaan Injil (Luk 5: 1-11) perihal sabda Yesus sendiri yang memanggil, memilih, dan mengutus para murid. 

Dalam kotbahnya, Uskup menegaskan tentang Jabatan Imam. “Para imam hendaknya selalu mengingat teladan gembala yang baik. Yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani. Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang,” ungkapnya.

Beberapa hari sebelumnya, sebenarnya kegiatan ini sudah diawali dengan acara hiburan band dan organ tunggal. Bupati turut berbaur dengan rakyat dalam kegiatan itu. “Peristiwa ini menjadi bukti menyatunya masyarakat dengan pemerintah seperti syair lagunya. Di sini juga tampak betapa merakyatnya para pemimpin kita,” kata Ketua Panitia, G Barsin.

Sebagai informasi, dari keempat imam baru ini bertugas di berbagai tempat.  Pastor Lorenzo bertugas di Nyarumkop sebagai Pembina Topang, Pastor Alfonsius di Paroki Sekayam, Pastor Dominikus di Paroki Ngabang dan Pastor Kristian di Postulat Kapusin di Sanggau. (**)

 

Berita Terkait