Pengunjung Antre Demi Kaki Naga

Pengunjung Antre Demi Kaki Naga

  Sabtu, 6 Agustus 2016 09:24
BASIS IKAN: Demonstrasi olahan ragam makanan berbasis ikan diserbu pengunjung mempawah expo. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH – Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mempawah kian giat mengampanyekan gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan). Salah satunya dengan demonstrasi pengolahan ragam makanan berbasis ikan pada pada pembukaan Mempawah Expo 2016, kemarin.

Para pengunjung pun tampak antusias melihat aksi olahan makanan serba ikan dan menyantap hasil olahan tersebut. Sejumlah menu kreasi seperti burger ikan tenggiri, tom yam ikan, kaki naga, somay, dan presto ikan mas, sukses membuat pengunjung Mempawah Expo rela mengantri untuk dapat menyantap menu makanan tersebut.

Kreasi makanan dengan memanfaatkan daging ikan memang hal baru yang tak dikira. Salah satu pengunjung expo, Eka Karlina, 30, mengaku mendapat sensasi berbeda saat mencicipi menu kaki naga dan somay ikan tenggiri. Menurutnya apa yang dilakukan Dinas Perikanan Mempawah terbilang kreatif.

 “Olahan menu makanannya sangat kreatif. Apalagi untuk tujuan mengkampanyekan makan ikan, maka cara seperti ini sangat efektif,” ujarnya menilai. Menurut pengusaha katering ini, salah satu menu somay hasil kreasi staf Dinas Perikanan sangat terasa cita rasa dan aroma ikannya.

“Ikannya lebih terasa dibanding dibanding somay lain yang pernah saya makan. Jadi tidak saja kreatif tapi rasanya pun enak,” ucapnya sembari menenteng salah satu menu makanan serba ikan.

Hal senada disampaikan Suwanda, 48. Warga Desa Pasir ini mengaku sangat menikmati menu tom yam dan burger ikan tenggiri. Menurutnya, aksi kampanye makan ikan yang dilakukan Dinas Perikanan dan Kelautan Mempawah patut diapresiasi. Dia menilai langkah demonstrasi memasak yang dilanjutkan makan bersama sangat menarik. Terlebih pihak dinas mengganti sejumlah unsur dengan bahan baku ikan.

 “Memang perlu cara yang menarik dan kreatif dalam memasyarakatkan makan ikan ini. Kita berharap dinas dapat melanjutkan program ini di pusat-pusat keramaian di masyarakat,” ujarnya menyarankan.

Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mempawah, Ahmad Kanjawi, menuturkan pihaknya komit memasyarakatkan gerakan makan ikan. Salah satu cara yang ditempuh adalah memaksimalkan penggunaan bahan ikan dalam menu-menu populer di masyarakat.

Ia menyebut rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat membuat pemerintah harus mencari cara untuk menarik minat orang memakan ikan. Menurutnya, ikan sebagai satu di antara sumber makanan mengandung banyak kelebihan. Di antaranya sebagai sumber protein hewani yang cukup tinggi, ikan dengan kandungan omega 3 yang besar dan nonkolesterol serta halal dapat memberikan kesehatan, kekuatan, dan kecerdasan bagi yang mengonsumsinya.

 “Untuk ajang expo ini kita mencoba mengenalkan lima menu olahan ikan kepada masyarakat. Dari menu-menu ini kita berharap bisa membangkitkan minat masyarakat untuk pada akhirnya mengonsumsi ikan,” terangnya.

Selain itu, dia melanjutkan, sejumlah cara lain juga dilakukan pihaknya untuk memasyarakatkan makan ikan. Di antaranya mengadakan perlombaan memasak ikan tingkat kabupaten dan mengadakan pertemuan rutin dengan kelompok pengolah ikan. Di Kabupaten Mempawah, dia mengungkapkan, terdapat 55 kelompok yang terdiri atas 35 pengolah dan 20 pemasar.

 “Mereka berada di desa-desa di enam kecamatan pesisir. Dalam hal pengolahan bahan ikan, kemampuan sumber daya manusia sudah ada. Tinggal masalah pemasaran saja,” terangnya.

Ahmad menyebut tingkat konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Mempawah perlu ditingkatkan. Dengan angka 30,5 kg/kapita/tahun, konsumsi ikan masyarakat Mempawah dinilai masih kurang.

 “Tingkat konsumsi nasional 34 kg/kapita/tahun. Di sebagian daerah di wilayah Indonesia timur konsumsi ikannya malah ada yang mencapai 70 kilogram/kapita/tahun. Di Jepang, bahkan, konsumsi ikan masyarakatnya mencapai hingga 150 kilogram/kapita/tahun,” jelasnya mencontohkan.(wah)

Berita Terkait