Pengundian Euro 2016 , Kans Besar Tuan Rumah

Pengundian Euro 2016 , Kans Besar Tuan Rumah

  Senin, 14 December 2015 08:19
Gambar dari Jawapos

Berita Terkait

PARIS - Bienvenue, Coupe de Europe 2016. Selamat datang, Euro 2016. Ya, pesta sepak bola Eropa sudah di depan mata. Setelah proses pengundian ke-24 kontestan Euro 2016 purna tadi malam (13/12) WIB di Palais des Congres de la Porte Maillot, makin terang benderanglah siapa lawan-lawan yang akan dihadapi di Prancis 10 Juni-10 Juli tahun depan.

    Tuan rumah Prancis berada di grup A bersama Rumania, Albania, dan Swiss. Entraineur Prancis Didier Deschamps langsung tersenyum lega melihat hasil tersebut. Kalau boleh mengekspresikan kegirangannya, Deschamps pasti sudah berteriak ‘Oui’.

    Dilihat dari rangking FIFA edisi 3 Desember lalu, Prancis menduduki posisi 25 dunia. Memang masih di bawah Swiss (12) dan Rumania (16). Prancis hanya lebih baik dari Albania (38) secara rangking di grup A.     

    Boleh sih, Swiss dan Rumania menepuk dada karena rangkingnya lebih baik dari tuan rumah. Akan tetapi, harap diingat Swiss dan Rumania belum pernah mengangkat tropi Piala Dunia maupun Euro seperti yang dilakukan Michel Platini atau Zinedine Zidane. Bahkan buat Albania, Euro 2016 ini adalah partisipasi perdananya.

    Prancis sebagai host Piala Dunia maupun Euro boleh disebut kenyang pengalaman. Di ajang Coupe du monde atau Piala Dunia, Prancis jadi tuan rumah pada 1938 dan 1998. Sedang di kancah Euro pada 1960 dan 1984.

    Saat tampil sebagai tuan rumah Euro 1984, Michel Platini dkk menggondol gelar predikat Raja Eropa. Lalu di Piala Dunia 1998, giliran Zidane dkk yang mengantar Les Blues, julukan Prancis, tampil sebagai jawara. Dua tahun sesudah juara dunia di depan publik sendiri, Zidane dkk kembali naik tahta Eropa pada Euro 2000 di Belgia-Belanda.

      Kini, Hugo Lloris dkk mencoba meretas ulang jalan Platini, Jean Tigana, maupun Alain Giresse pada 1984. Jadi, raja Eropa di tanah air sendiri.       “Drawing bisa saja lebih buruk dari yang sekarang. Kami tahu dengan sangat baik dua dari tiga calon lawan kami. Dalam laga ujicoba kami pernah melawan Albania. Dan Swiss kami berjumpa dengannya di Piala Dunia 2014 lalu,” tutur Deschamps seperti diberitakan UEFA kemarin (13/12).

      Sedang Rumania, Deschamps berkata tidak banyak tahu. Kapten Prancis di Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 itu menilai kalau Rumania adalah tim yang punya pertahanan tangguh. Dalam sepuluh laga Razvan Rat dkk mencetak 11 gol dan hanya kemasukan dua gol. Rumania lolos sebagai runner up grup F di bawah Irlandia Utara. 

    Nah, Deschamps pastinya punya mimpi mengekor sukses Berti Vogts. Vogts merasakan kampium Eropa pada Euro 1972 sebagai pemain. Kemudian pada Euro 1996, Vogts membawa Olivier Bierhoff dkk juara. 

    Namun peluang Deschamps membawa Prancis berjaya di tanah air sendiri bukan perkara mudah. Menjelang perhelatan Euro 2016 ini, masalah internal mulai tampak. Penyerang Prancis sekaligus Real Madrid Karim Benzema menjadi pesakitan.

      Benzema harus menjalani peradilan gara-gara terlibat dalam usaha pemerasan video sex kepada rekan setimnasnya Mathieu Velbuena. Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) Noel Le Graet menjatuhkan sanksi kepada Benzema. Selama masih bolak-balik ke pengadilan, pintu timnas tertutup buat Benzema.

      Flash back pada Piala Dunia 1998 lalu, Prancis pun mengalami masalah internal. Entraineur Prancis kala itu Aime Jacquet memilih menepikan pemain flamboyan semacam Eric Cantona dan David Ginola.
      Mantan rekan setim Deschamps, Marcel Desailly yakin jika Deschamps sanggup mambawa Prancis kembali juara di depan publik sendiri. Pengalaman Deschamps tak perlu diragukan lagi.

      Memang pasca Euro 2000, Prancis tak pernah sukses lagi menjadi Raja Eropa. Ada saja masalah yang menimpa. Misalnya pertikaian pelatih Raymond Domenech dengan Patrice Evra. Sampai yang terbaru skandal pemerasan Benzema dengan Velbuena.
      “Deschamps memimpin kami di Piala Dunia 1998 dan Euro 2000. Saya tahu persis kapasitasnya. Prancis akan memenangi Euro buat ketiga kalinya di Paris,”ucap mantan bek AC Milan dan Chelsea itu. (dra)
 

Liputan Khusus: 

Berita Terkait