Pengukuran Jembatan Landak Dimulai

Pengukuran Jembatan Landak Dimulai

  Minggu, 24 September 2017 09:00
PENGUKURAN: Sejumlah pekerja sedang melakukan proses pengukuran di sudut Jembatan Landak, Sabtu(23/9). Proses tersebut menjadi tahap awal dalam pembangunan jembatan di kawasan tersebut. HARYADI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Pembebasan Lahan PR Pemkot Segera Selesai

PONTIANAK-Pengerjaan Jembatan Landak tahap awal sudah mulai dilakukan. Pantauan Pontianak Post, Sabtu (23/9) kemarin, beberapa orang perwakilan pihak kontraktor pemenang tender sudah melakukan pengukuran ketinggian dan sudut Jembatan Landak.  Jembatan ini akan dibuat gandeng dengan jembatan lama.  Pengerjaan ini mendapat prioritas lantaran beban kendaraan yang melintas semakin banyak. Apalagi kendaraan angkutan yang memiliki tonase diatas 8 ton melintasinya. Terutama untuk mobilisasi ekspedisi daerah Kalbar bagian utara.  

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji usai penandatanganan Nota Kesepahamanan tentang Kebijakan  Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) bersama pihak legislatif beberapa hari lalu menjelaskan, bahwa tahun depan Pemerintah Pontianak  akan fokus percepatan pembangunan Jembatan Landak.

Dia menyadari tak sedikit biaya untuk membangun Jembatan Landak. Anggaran yang disediakan pemerintah pusat khusus biaya pembangunan jembatan saja. Sedangkan pembebasan lahan diserahkan ke kami (Pemerintah Pontianak).

Saat ini, dia sudah meminta tim penilai untuk menentukan kisaran harga lahan yang akan dibayarkan oleh  Pemkot Pontianak. Total ada 73 ruko akan dibayarkan. Mengenai nilai satuan ruko, Midji belum berani bilang karena masih dalam tahap penilaian. “Pokoknya, mau setuju atau tidak ruko tersebut tetap terkena. Mau tak mau harus lepas karena tak bisa dipakai,” ujarnya.

Sebelumnnya, Wali Kota dua periode itu, menargetkan pembebasan lahan pembangunan Jembatan Landak (JL) akan selesai tahun depan. Untuk anggaran pembebasan lahan itu, pihaknya (Pemkot Pontianak) tengah menyiapkan anggaran total hingga Rp70-Rp100 milyar. Dalam upaya pencarian dana tambahan, beberapa aset milik Pemkot yang dianggap tak bermanfaat akan dijual.

Persoalan pembebasan lahan sudah dimulai bertahap. Kios di pinggir Jalan Sultan Hamid dibongkar. Untuk penilaian lahan dan ruko yang akan dibebaskan lanjutnya, akan dimulai tahun ini. Sekarang dalam tahap pembicaraan besaran pembayaran kepada pemilik lahan.

Perkiraan Midji, satu bangunan ruko dan lahan yang akan dibayar Pemkot berkisar Rp 600-Rp 700 juta di wilayah Pontianak Timur. Untuk bangunan dan lahan di Pontianak Utara mungkin sedikit lebih mahal.  

Dalam pembebasan lahan ini, dirinya minta masyarakat mau bekerjasama demi kemajuan pembangunan Kota Pontianak. Iapun melihat, keberadaan bangunan dan lahan di Pontianak Timur tidak terlalu berkembang. “Kalau mereka (pemilik lahan) mau untung tak mungkin. Syukur kita mau bayar,” katanya.

Dari pada bangunannya tak bermanfaat, bagus dijual dengan Pemkot. Dengan begitu masyarakat sudah membantu dalam percepatan pembanguan Jembatan Landak. 

Untuk beberapa lahan dan bangunan tambah Midji, sebenarnya ada sebagian tak kena. Tapi, jika dibiarkan pun, halaman mereka tinggal 2 meter dari perencanaan jembatan yang akan dibangun. Tidak mungkin ada ruko berdiri sedangkan setelah jembatan itu jadi, akan menjadi alur transportasi utama. “Kan tak mungkin, lahan segitu digunakan. Nanti mereka keluar, depannya sudah jalan,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua DPRD Pontianak, Satarudin, mengatakan pembangunan Jembatan Landak jadi prioritas utama dalam pembahasan pembangunan Kota Pontianak. Dalam rapat antara legislatif dan eksekutif di dewan, ini terus mencuat. “Jembatan memang harus dibangun karena untuk mengatasi kemacetan. Anggaran pembebasan lahan pun sudah kami siapkan. Kurang lebih hampir Rp 100 milyar. Tinggal eksen di lapangan,” terang Satar sapaannya.

Urgen kata Satarudin, karena Jembatan  Landak merupakan akses satu-satunya jalan darat terutama jika mau ke Mempawah, Singkawang dan Sambas. Akibatnya, pada jam tertentu wilayah itu kerap macet yang biasa terjadi pada jam pergi dan pulang kerja.

Legislatif terus mendorong pihak eksekutif dalam upaya proses pembangunan jembatan. Sosialisasi dan memberikan pengertian pada pemilik ruko harus dilakukan dari sekarang. Iapun minta pengertian masyarakat untuk mendukung program ini. Jangan ada penolakan. Atau tak setuju karena harga lahan yang tak pas. 

Yadi (29) salah satu pengguna Jembatan Landak menilai rencana pembangunan Jembatan Landak oleh Pemkot Pontianak tindakan tepat. Saat ini, jumlah kendaraan meningkat. Kalau jalan utama sudah bagus. Sekarang yang urgen memang perlu jembatan lagi. Selain Jembatan Landak, sepertinya perlu dibangun lagi dibeberapa titik strategis. “Ini solusi kemacetan dan mengurangi angka kecelakaan,” tutupnya.(iza)

 

Berita Terkait